Berawal dari sebuah email yang diterima beberapa bulan yang lalu yang saya kira hoax dan mengada-ada tentang sebuah indoor slider yang akan hadir di Jakarta – Atmostfear, saat itu saya membayangkan sensasi yang sangat luar biasa dan akan memacu adrenalin saat mencobanya. Gimana nggak? sliding dari lantai 7 ke lantai 1 setinggi 28 meter, dengan kecepatan hingga 25 km/jam hanya selama 12 detik. Beberapa hari yang lalu, berbagai liputan tentang wahana ini di media langsung membuat saya ingin mencobanya karena benar telah hadir di sebuah mal yang baru di daerah Sudirman, FX Lifestyle Center. Google pun saya kerahkan untuk mencari informasi tentang atmostfear ini. Setelah mendapat cukup informasi tentang atmostfear, hari ini saya putuskan untuk datang kesana dan mencobanya.
Selama masa promosi di bulan Juli 2008 ini, pengunjung bisa dengan gratis mencobanya, dengan syarat dan ketentuan berlaku tentunya. Ada 2 cara mendapatkan tiketnya, yang pertama kita bisa menukarkan struk pembelanjaan di FX senilai lebih dari 100 ribu rupiah dengan sebuah tiket dan tidak berlaku kelipatan. Cara yang kedua, pembelanjaan senilai 1-99.999 rupiah, struk bisa digunakan untuk mengambil lucky dip -maksimal 2 struk per trial- dari sejumlah kartu. Dari 10 buah kartu, 3 diantaranya merupakan tiket atmostfear dan sisanya hadiah langsung berupa ID Tag, magnet kulkas, gantungan kunci, cokelat, free WiFi, gantungan kunci atau parkir gratis.
Berhubung pulang kantor dan waktunya agak terbatas, biar langsung dapet tiket instant jadilah membeli beberapa produk agar mencapai 100 ribu -yang ternyata gara-gara pramuniaganya salah mencet malah motong point rewards yang sudah saya kumpulkan- dan langsung saya tukarkan dengan sebuah tiket atmostfear.
Walaupun 7 lantai, suasana dari atas ngga setinggi yang dibayangin sebelumnya, karena di lantai 3, slider ini menembus lantai yang ngga transparan, jadi seolah-olah hanya meluncur dari lantai 7 ke lantai 3, dan diterusin dari lantai 3 ke lantai 1. Komentar pertama dari luar, loh kok pelan amat ya? Lalu tibalah giliran saya untuk mencobanya, sebelumnya safety procedure diberikan dan sayapun didorong untuk meluncur.
Rasanya, hmm, kok ngga seperti yang saya bayangin sebelumnya ya? Lebih berkesan naek niagara atau halilintar di Dufan.