<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[r:zrd] &#187; [r:zrd]</title>
	<atom:link href="http://www.rizkyardianto.com/category/rzrd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rizkyardianto.com</link>
	<description>Rizky Ardianto</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 17:16:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>#037 &#124; Cap Go Meh Pulau Kemaro</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/cap-go-meh-pulau-kemaro/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/cap-go-meh-pulau-kemaro/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 17:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[February]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1826</guid>
		<description><![CDATA[
SEORANG warga Tionghoa sedang melempar uang-uangan kertas untuk dibakar di tengah ritual perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Kota Palembang. Selain membakar uang-uangan kertas, &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/cap-go-meh-pulau-kemaro/cap-go-meh-pulau-kemaro/" rel="attachment wp-att-1827"><img class="alignnone size-full wp-image-1827" title="cap-go-meh-pulau-kemaro" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/02/cap-go-meh-pulau-kemaro.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p><strong><em>SEORANG warga Tionghoa sedang melempar uang-uangan kertas untuk dibakar di tengah ritual perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Kota Palembang. Selain membakar uang-uangan kertas, tradisi unik di Pulau Kemaro ini sejumlah warga melepas burung yang dipercaya dapat mengurangi karma buruk dan memperlancar rejeki.</em></strong></p>
<p>Tak lengkap rasanya mengunjungi Pulau Kemaro tanpa mengetahui Legenda di balik pulau ini. Dari sebuah tulisan di salah satu sudut pulau ini, begini ceritanya:</p>
<p><em>Ada legenda seorang putri raja bernama Siti Fatimah yang disunting oleh seorang saudagar tionghoa yang bernama Tan Bun An pada zaman kerajaan Palembang. Siti Fatimah diajak ke daratan Tiongkok untuk melihat orang tua Tan Bun An. Setelah disana beberapa waktu Tan Bun An beserta istri pamit pulang ke Palembang dan dihadiahi 7 buah guci. Sesampai di perairan Musi dekat Pulau Kemaro, Tan Bun An mau melihat hadiah yang diberikan. Begitu dibuka, Tan Bun An kaget sekali isinya sawi-sawi asin. Tanpa banyak berpikir langsung dibuangnya ke sungai. Tapi guci yang terakhir terjatuh dan pecah diatas dek perahu layar ternyata ada hadiah yang tersimpan di dalamnya. Tan Bun An tidak banyak berpikir ia langsung melompat ke sungai untuk mencari guci-guci tadi. Seorang pengawal juga terjun untuk membantu. Melihat 2 orang tersebut tidak muncul, Siti Fatimah pun ikut lompat untuk menolong. Ternyata tiga-tiganya tidak muncul lagi. Penduduk sekitar pulau sering mendatangi Pulau Kemaro untuk mengenang 3 orang tersebut dan tempat tersebut dianggap sebagai tempat yang sangat keramat sekali. <strong>Disparbud Kota Palembang.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/cap-go-meh-pulau-kemaro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#036 &#124; Jembatan Ampera</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/jembatan-ampera-palembang/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/jembatan-ampera-palembang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 17:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Culinaire]]></category>
		<category><![CDATA[February]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1819</guid>
		<description><![CDATA[
JEMBATAN Ampera merupakan ikon dari Kota Palembang yang menghubungkan Sungai Musi, diambil di malam hari dari kawasan Pasar Kuliner Tepian Sungai Musi. Disini, wisatawan dapat &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/jembatan-ampera-palembang/jembatan-ampera/" rel="attachment wp-att-1835"><img class="alignnone size-full wp-image-1835" title="jembatan-ampera" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/02/jembatan-ampera.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p><strong><em>JEMBATAN Ampera merupakan ikon dari Kota Palembang yang menghubungkan Sungai Musi, diambil di malam hari dari kawasan Pasar Kuliner Tepian Sungai Musi. Disini, wisatawan dapat menikmati suasana malam sambil menyantap kuliner khas Palembang seperti Pempek dan Tekwan.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/jembatan-ampera-palembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#035 &#124; Let&#8217;s Go!</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/lets-go/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/lets-go/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 17:03:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[February]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1803</guid>
		<description><![CDATA[
SEORANG anak terlihat sedang menarik tangan ibunya di alun-alun Kota Wonosobo. Kejadian seperti ini jarang dijumpai di kota besar seperti Jakarta, yang umumnya menyerahkan pengasuhan &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/lets-go/alun-alun/" rel="attachment wp-att-1804"><img class="alignnone size-full wp-image-1804" title="alun-alun" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/02/alun-alun.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p><strong><em>SEORANG anak terlihat sedang menarik tangan ibunya di alun-alun Kota Wonosobo. Kejadian seperti ini jarang dijumpai di kota besar seperti Jakarta, yang umumnya menyerahkan pengasuhan kepada pengasuh anak.</em></strong></p>
<p>Sandal karet dilarang di mal dan masih banyak yang menggunakannya? Coba bandingkan dengan sepatu beroda yang saat ini juga sedang marak dan seakan menjadi tren di kalangan anak-anak. Saya sering melihat anak-anak dibiarkan menggunakan sepatu beroda berseliweran di lantai mal terkemuka di Jakarta tanpa pengawasan orang tuanya. Tidak hanya di lantai dasar, namun juga saat mereka menaiki elevator dan lantai di atasnya. Entah saya yang terlalu paranoid atau memang orang tuanya tidak terlalu peduli dengan bahaya yang bisa jadi mengancam anaknya. Saya pribadi, lebih senang pada masa kanak-kanak dulu, minggu pagi jalan-jalan bersama orang tua ke pasar kaget, menikmati udara pagi sambil membeli makanan ringan untuk disantap, <em>less dangerous.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/lets-go/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#034 &#124; Rakerwil PAN 2012</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/rakerwil-pan-2012/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/rakerwil-pan-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 11:18:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[February]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1815</guid>
		<description><![CDATA[
DPW PAN Sumatra Selatan menggelar Rapat Kerja Wilayah di Hotel Jayakarta Daira Palembang, mulai Jumat, 3 Februari 2012 hingga Sabtu, 4 Februari 2012. Rakerwil ini &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/rakerwil-pan-2012/rakerwil-pan/" rel="attachment wp-att-1816"><img class="alignnone size-full wp-image-1816" title="rakerwil-pan" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/02/rakerwil-pan.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p><strong><em>DPW PAN Sumatra Selatan menggelar Rapat Kerja Wilayah di Hotel Jayakarta Daira Palembang, mulai Jumat, 3 Februari 2012 hingga Sabtu, 4 Februari 2012. Rakerwil ini bertujuan untuk menyusun program kerja dan konsolidasi kader menuju Pemilihan Kepala Daerah 2013 dan Pemilihan Umum 2014, dimana Ketua Umum DPP PAN, Hatta Rajasa, dicalonkan menjadi Calon Presiden.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/rakerwil-pan-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#033 &#124; The Job</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/the-job/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/the-job/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 13:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Adrenaline]]></category>
		<category><![CDATA[February]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1794</guid>
		<description><![CDATA[
Saya salut dengan orang-orang seperti ini, tidak menyerah pada nasib dan tetap mencari pekerjaan yang halal walaupun berisiko tinggi. Pembersih dinding kaca di gedung pencakar &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/the-job/the-job/" rel="attachment wp-att-1795"><img class="alignnone size-full wp-image-1795" title="the-job" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/02/the-job.jpg" alt="" width="800" height="450" /></a></p>
<p>Saya salut dengan orang-orang seperti ini, tidak menyerah pada nasib dan tetap mencari pekerjaan yang halal walaupun berisiko tinggi. Pembersih dinding kaca di gedung pencakar langit, pengumpul sampah, pengangkut peti kemas<em>, </em>mungkin bagi saya, pekerjaan semacam ini tertulis jauh di bawah daftar pekerjaan yang diinginkan. Pekerjaannya memang berisiko tinggi, namun tanpa mereka, pekerjaan saya yang sehari-hari berada di dalam gedung mungkin akan terasa jenuh karena melihat kaca kotor sehingga saya tidak bisa menikmati pemandangan dari dalam gedung. Tanpa adanya pengumpul sampah mungkin penyakit akan lebih mudah menyerang karena sampah berserakan, dan tanpa operator <em>forklift, </em>mungkin barang-barang yang saya pesan dari luar kota tidak bisa sampai dengan cepat dan selamat.</p>
<p>Hidup ini pilihan, termasuk pilihan untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemauan dan kemampuan. Jika pekerjaan adalah impian, maka kejarlah impian itu.</p>
<p>Dan saya berada disini, saat ini, menjalani salah satu impian untuk mengejar impian yang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/the-job/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#032 &#124; Ads</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/ads/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/ads/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 05:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[February]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1790</guid>
		<description><![CDATA[
PEMANFAATAN bidang kosong untuk penempatan iklan kian banyak dijumpai, terutama di kota-kota besar seperti di Indonesia. Kendala perizinan untuk mendirikan papan reklame bisa jadi menjadi &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/ads/ads/" rel="attachment wp-att-1791"><img class="alignnone size-full wp-image-1791" title="ads" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/02/ads.jpg" alt="" width="800" height="450" /></a></p>
<p><strong><em>PEMANFAATAN bidang kosong untuk penempatan iklan kian banyak dijumpai, terutama di kota-kota besar seperti di Indonesia. Kendala perizinan untuk mendirikan papan reklame bisa jadi menjadi salah satu alasannya, terlebih lagi beberapa kasus terjadi dimana sejumlah papan reklame rubuh setelah diterjang hujan deras dan angin kencang. Hasilnya, pemanfaatan bidang di atap, dinding, jembatan, dan mobil dengan mudah dapat ditemui.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/ads/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#031 &#124; Mie Ongklok</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/mie-ongklok/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/mie-ongklok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 09:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Culinaire]]></category>
		<category><![CDATA[January]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1775</guid>
		<description><![CDATA[
Menceritakan kuliner memang tidak mudah, karena akan sangat subyektif tergantung dengan kegemaran seseorang menyantap makanan. Buah Durian bagi saya bisa terasa sangat lezat sementara bagi &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1777" title="mie-ongklok-longkrang-wonosobo" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/mie-ongklok-longkrang-wonosobo.jpg" alt="" width="800" height="451" /></p>
<p>Menceritakan kuliner memang tidak mudah, karena akan sangat subyektif tergantung dengan kegemaran seseorang menyantap makanan. Buah Durian bagi saya bisa terasa sangat lezat sementara bagi teman saya, mencium baunya dari jarak 10 meter saja sudah bisa membuatnya mual dan menutup hidung.</p>
<p>Baiklah, saya akan menggambarkan sebuah kuliner khas Wonosobo, yang sangat subyektif berdasarkan lidah saya :)</p>
<p>Ada sebuah masakan khas dari Wonosobo yang dapat dengan mudah ditemukan disini, namanya Mie Ongklok. Saya mengunjungi sebuah kedai favorit teman saya yang berasal dari Wonosobo, Mie Ongklok Longkrang, yang terletak di Jalan Pasukan Ronggolawe, tak jauh dari Gelanggang Renang Mangli. Suasana sore itu sedang padat, sehingga saya harus menunggu beberapa saat sebelum akhirnya mendapatkan tempat duduk.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/mie-ongklok/mie-ongklok/" rel="attachment wp-att-1776"><img class="alignnone size-full wp-image-1776" title="mie-ongklok" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/mie-ongklok.jpg" alt="" width="585" height="391" /></a></p>
<p>Mie Ongklok disajikan seperti mie ayam pada umumnya, namun yang membedakan adalah kuahnya yang kental, dengan rasa mirip bumbu kacang yang terdapat pada gado-gado. Mie dan daun kol disiram dengan kuahnya yang kental dan dimakan dengan ditambah <del>lagi-lagi</del> tahu kemul dan juga sate sapi. Sayang waktu saya datang di sore hari, sate sapi sudah ludes hingga menyisakan sate ayam. Dengan menambahkan irisan cabe rawit, citarasa dari Mie Ongklok semakin kuat dengan hadirnya rasa pedas yang menggugah selera. Tahu kemul yang panas dan aroma sate yang baru matang juga membuat tak sabar untuk menghabiskannya.</p>
<p>Tips dari saya jika hendak mengunjungi kedai ini sebaiknya di siang hari, disaat semua menu masih tersedia, sehingga Mie Ongklok dapat dinikmati dengan lengkap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/mie-ongklok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#030 &#124; Dieng Plateau</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 16:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Culinaire]]></category>
		<category><![CDATA[January]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1756</guid>
		<description><![CDATA[
Perjalanan kali ini membawa 7 orang termasuk saya, ke sebuah kota di Jawa Tengah, Wonosobo. Tujuan utama kami adalah mengunjungi Dieng Plateau, Plateau sendiri berarti &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/000-dieng-plateau/" rel="attachment wp-att-1768"><img class="alignnone size-full wp-image-1768" title="dieng-plateau" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/000-dieng-plateau.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p>Perjalanan kali ini membawa 7 orang termasuk saya, ke sebuah kota di Jawa Tengah, Wonosobo. Tujuan utama kami adalah mengunjungi Dieng Plateau, Plateau sendiri berarti dataran yang luas di tempat yang tinggi, sementara Dieng berdasarkan berbagai sumber berarti tempat bersemayam para dewa.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/001-sidomukti/" rel="attachment wp-att-1757"><img class="alignnone size-full wp-image-1757" title="sidomukti" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/001-sidomukti.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Taman Renang Alam Umbul Sidomukti, yang dapat dicapai setelah sekitar 60 menit perjalanan dari kota Semarang. Disini saya menikmati kolam renang dengan air yang dingin dan pemandangan alam yang sangat indah dan sejuk dengan tiket masuk 8.000 rupiah. Selain itu berbagai atraksi menarik seperti flying fox, ATV, Rapeling, dan Marine Bridge bisa dilakukan mulai harga 6.000 hingga 25.000 rupiah.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/002-atv/" rel="attachment wp-att-1758"><img class="alignnone size-full wp-image-1758" title="atv" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/002-atv.jpg" alt="" width="575" height="385" /></a></p>
<p>Terbatasnya waktu membuat saya memilih untuk mencoba flying fox terusan seharga 25.000 rupiah yang merupakan gabungan dari flying fox speed, yaitu meluncur sepanjang 60 meter dalam waktu 7 detik dengan flying fox lembah yang meluncur dari ketinggian 70 meter sepanjang 110 meter. Setelah itu saya berendam di kolamnya dengan air yang berasal dari mata air yang dingin, namun dengan pemandangan alam yang begitu indah.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/003-candi-arjuna/" rel="attachment wp-att-1759"><img class="alignnone size-full wp-image-1759" title="candi-arjuna" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/003-candi-arjuna.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Hari berikutnya saya mengunjungi Dieng Plateau, dimulai dengan Gardu Pandang Dieng dengan ketinggian sekitar 1.789 meter diatas permukaan laut, dan dilanjutkan dengan komplek Candi Arjuna. Disini, makanan khas berupa kentang goreng, jagung bakar dan minuman kesehatan purwaceng bisa dengan mudah didapat dan dinikmati.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/004-dieng/" rel="attachment wp-att-1762"><img class="alignnone size-full wp-image-1762" title="dieng" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/004-dieng.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Hamparan ladang seperti ini menghiasi perjalanan saya sepanjang jalan, sambil dihibur oleh semilir angin pegunungan yang sejuk.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/005-kawah-sidomukti/" rel="attachment wp-att-1763"><img class="alignnone size-full wp-image-1763" title="kawah-sidomukti" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/005-kawah-sidomukti.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Tempat berikutnya adalah kawah sikidang, beberapa menit perjalanan dari komplek Candi Arjuna, uap belerang sudah terasa dan terlihat dari kejauhan dan mengundang saya untuk melihatnya dari dekat.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/006-atv/" rel="attachment wp-att-1764"><img class="alignnone size-full wp-image-1764" title="atv" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/006-atv.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Disini ditawarkan alternatif untuk mendekati kawah dengan menyewa ATV, motor trail atau menunggang kuda, selain tentunya berjalan kaki untuk menghemat budget.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/007-atv/" rel="attachment wp-att-1765"><img class="alignnone size-full wp-image-1765" title="atv" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/007-atv.jpg" alt="" width="575" height="385" /></a></p>
<p>Tertantang dengan medan menuju ke kawah sikidang, saya menyewa ATV seharga 30 ribu rupiah untuk 30 menit. Dengan medan yang cukup menantang, perjalanan penuh liku-liku melewati jalan setapak dan sungai kecil membuat perjalanan menuju kawah lebih berkesan dan memacu adrenalin.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/008-tahu-selimut/" rel="attachment wp-att-1766"><img class="alignnone size-full wp-image-1766" title="tahu-selimut" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/008-tahu-selimut.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Lelah setelah mengunjungi kawah Sikidang, sejumlah kedai siap melepas rasa lapar dan dahaga saya. Seakan tak ada yang lebih nikmat daripada gorengan hangat dengan sambal kecap dengan cabai khas daerah ini yang konon katanya sangat pedas di mulut tetapi tidak membuat panas di perut, satu-persatu tahu goreng masuk ke perut saya. Makanan khas ini dikenal dengan nama Tahu Kemul atau tahu yang berselimut tepung.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/009-telaga-warna/" rel="attachment wp-att-1767"><img class="alignnone size-full wp-image-1767" title="telaga-warna" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/009-telaga-warna.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Perjalanan berlanjut ke sebuah danau yang dikenal dengan Telaga Warna. Suasana pegunungan kembali terasa saat perjalanan mengelilingi danau ini. Suasana yang asri dan indah membuat sebagian besar pengunjung mengabadikan diri dengan berfoto bernarsis ria. Bahkan pengelola telaga warna menyediakan foto yang dapat langsung dicetak sebagai kenang-kenangan.</p>
<p>Tidak seperti bayangan saya saat diajak kesini, kota Wonosobo ternyata menyajikan banyak hal diluar dugaan. Beragam kuliner seperti tahu kemul, warung angkringan, teh poci, hingga mie ongklok dengan kuah yang kental akan sangat lama mengendap dalam ingatan saya. Tak lupa pula mengunjungi Waroeng Djoglo yang konon sering digunakan untuk syuting FTV yang menyajikan makanan dan minuman disertai dengan pemandangan yang indah di belakang restoran ini. Perjalanan 3 hari saya menyajikan banyak foto narsis dan keceriaan, seakan udara yang dingin membuat kepala ini tetap dingin dan tak mampu untuk berkeluh kesah, bahkan sebaliknya dapat menyegarkan pikiran di tengah hiruk pikuk kemacetan yang hampir setiap hari dihadapi di ibu kota.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#029 &#124; Push Up</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/push-up/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/push-up/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 08:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Diving]]></category>
		<category><![CDATA[January]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1745</guid>
		<description><![CDATA[
Captured by Kodak EasyShare Sport C123 by @nisagilang
Never Knew before Try.
Bagaimana cara mengetahui batas kemampuan diri sendiri? Yup, cara yang paling mudah adalah dengan melakukan &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/push-up/free-diving-exercise/" rel="attachment wp-att-1746"><img class="alignnone size-full wp-image-1746" title="free-diving-exercise" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/free-diving-exercise.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p>Captured by Kodak EasyShare Sport C123 by @nisagilang</p>
<p><strong>Never Knew before Try.</strong></p>
<p>Bagaimana cara mengetahui batas kemampuan diri sendiri? Yup, cara yang paling mudah adalah dengan melakukan tes terhadap kemampuan yang ingin diukur. Kemarin, di pertemuan free diving saya yang kedua, setelah mengetahui saya dapat melakukan <em>static apnea &#8211; </em>menahan nafas tanpa bergerak, maksimal selama 2 menit 44 detik, saya ditantang untuk melakukan <em>dynamic apnea</em> &#8211; menyelam dengan menahan nafas, di kolam sepanjang 50 meter dengan kedalaman 3-5 meter di kolam renang senayan. Awalnya saya ragu, bisa melakukannya dengan sekali nafas, namun dengan dorongan dan keingintahuan saya terhadap batas menahan nafas yang bisa saya lakukan, saya mencobanya, toh saya bisa naik ke permukaan jika saya rasa sudah tidak kuat menahan nafas.</p>
<p>Akhirnya saya mencoba, dan, berhasil. Wow! Good Job! Yatta!</p>
<p><strong>Never Say Can&#8217;t before Try.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/push-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#028 &#124; Contraband</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/contraband/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/contraband/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 17:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[January]]></category>
		<category><![CDATA[Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1740</guid>
		<description><![CDATA[
Ada banyak film dengan penjahat sebagai tokoh utamanya, sebut saja The Jackal, The Town, Ocean&#8217;s Trilogy, Inception, 21, The Bank Job, Law Abiding Citizen, dan &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/contraband/contraband/" rel="attachment wp-att-1741"><img class="alignnone size-full wp-image-1741" title="contraband" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/contraband.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p>Ada banyak film dengan penjahat sebagai tokoh utamanya, sebut saja The Jackal, The Town, Ocean&#8217;s Trilogy, Inception, 21, The Bank Job, Law Abiding Citizen, dan yang baru saja saya tonton, Contraband. Dengan menonton film tersebut, mau tidak mau saya harus pro terhadap tokoh utamanya atau dengan kata lain dengan kejahatan yang dilakukan. Ironis namun menarik. Setidaknya saya bisa mengambil nilai-nilai positif dari film tersebut. Adakah? Tentu saja ada. Misalnya di ketiga film Ocean&#8217;s, saya bisa lebih waspada terhadap modus kejahatan yang kerap dilakukan oleh sekelompok orang atau yang biasa disebut dengan istilah <em>Con Artist. </em>Contoh lain di film 21, saya bisa mengetahui bagaimana cara orang-orang menghitung kartu dalam bermain <em>Black Jack. </em>Tokoh utama di berbagai film ini walaupun bergerak di bidang kejahatan, digambarkan sebagai orang yang baik hati, namun terpaksa melakukan kejahatan, entah untuk membalas dendam atau nyawanya sedang terancam.</p>
<p>Film Contraband sendiri berkisah tentang seorang kepala keluarga yang terpaksa melakukan tindakan kejahatan berupa penyelundupan, setelah adik iparnya gagal melakukan penyelundupan sebelumnya, sehingga dia berhutang ratusan ribu dolar dan nyawanya terancam jika tidak dapat mengembalikannya. Dengan segala upaya dan berbagai masalah yang dihadapi, mereka berusaha agar penyelundupan tetap terlaksana dan berhasil dilakukan. Didukung dengan sinematografi yang menarik perhatian saya, cerita drama aksi dalam film ini sangat menghibur dan menarik untuk diikuti. Beberapa adegan komedi juga beberapa kali terdapat sepanjang film.</p>
<p>Kejahatan memang menarik untuk menjadi sebuah film yang menghibur, bahkan beberapa film seperti The Bank Job dan 21 diangkat dari kisah nyata, yang berarti kejahatan yang digambarkan memang benar-benar mungkin terjadi. Bagi penggemar serial, Hustle bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengisi akhir pekan. Dengan tema yang juga mengetengahkan tentang kejahatan, setidaknya bisa membuat saya lebih waspada terhadap modus kehjahatan yang bisa saja menimpa sewaktu-waktu.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/contraband/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

