<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[r:zrd] &#187; Technology</title>
	<atom:link href="http://www.rizkyardianto.com/category/technology/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rizkyardianto.com</link>
	<description>Rizky Ardianto</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Aug 2010 09:48:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>#006 &#124; New Balance 634</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/nb634/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/nb634/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 17:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photography365]]></category>
		<category><![CDATA[Photoworks]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[
New Balance Athletic Shoe, Inc. (NBAS), best known as simply New Balance, is a footwear  manufacturer based in Boston. It was founded in 1906 as &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-495" href="http://www.rizkyardianto.com/nb634/attachment/634/"><img class="alignnone size-full wp-image-495" title="New Balance 634" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/05/634.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p>New Balance Athletic Shoe, Inc. (NBAS), best known as simply New Balance, is a footwear  manufacturer based in Boston. It was founded in 1906 as the New Balance Arch Support Company. Eschewing expensive advertising campaigns, it has nevertheless grown to be one of the largest makers of sports footwear in the world.</p>
<p><a title="New Balance on WIikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/New_Balance" target="_blank">http://en.wikipedia.org/wiki/New_Balance</a></p>
<p><a title="New Balance" href="http://www.newbalance.com" target="_blank">http://www.newbalance.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/nb634/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Majalah Digital</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/majalahdigital/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/majalahdigital/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 11:34:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[
Selamat datang di era digital!
Saya yakin dunia digital telah menjadi bagian dari kehidupan kita, komputer telah merubah banyak hal dari yang sebelumnya berformat analog menjadi &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-367" href="http://www.rizkyardianto.com/majalahdigital/zinio/"><img class="alignnone size-full wp-image-367" title="zinio" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/02/zinio.jpg" alt="" width="800" height="353" /></a></p>
<p>Selamat datang di era digital!</p>
<p>Saya yakin dunia digital telah menjadi bagian dari kehidupan kita, komputer telah merubah banyak hal dari yang sebelumnya berformat analog menjadi format digital. Buku, musik, video, gambar, hingga media massa seperti televisi, koran dan majalah kini dapat juga dinikmati dalam format digital. Kehadiran teknologi digital dalam beberapa hal mulai mengancam sistem analog, misalnya kamera digital, namun hal ini tidak serta merta menghilangkan keberadaan sistem analog, penggemar fanatik tetap masih setia dengan komunitasnya. Pada hal yang lain, digitalisasi justru saling melengkapi, contohnya media massa digital yang bisa dengan mudahnya diakses melalui internet, Kompas versi ePaper atau video streaming Metro TV telah menjadikan tak ada lagi batasan wilayah. Semua orang yang bisa mengakses internet, bisa juga mendapatkan siaran yang sama dengan yang berada di Indonesia.</p>
<p>Untuk majalah, dengan semangat Go Green, beberapa provider menawarkan format majalah digital dengan harga yang kompetitif. Dengan konsep membolak-balik halaman majalah yang sebelumnya tidak bisa dirasakan dengan format PDF, <a href="http://www.suavecatalogue.com" target="_blank">Suave Catalogue</a> dan <a href="http://www.zinio.com" target="_blank">Zinio</a> mencoba menawarkan sesuatu yang &#8220;hilang&#8221; dengan tampilan selayaknya kita membalikkan halaman dari majalah yang dicetak. Bagi saya sendiri, perkenalan dengan majalah digital dimulai sekitar awal 2007, saat itu saya mempunyai sebuah flash disk dengan aplikasi <a href="http://www.u3.com" target="_blank">U3</a> di dalamnya. Dengan aplikasi ini, kita dapat menginstall sejumlah program, baik yang gratis maupun berbayar ke flash disk ini dan dapat dibuka di komputer mana saja. Nah, disinilah awalnya, di box flash disk tersebut ditawarkan promosi untuk menginstall Zinio Reader, sebuah aplikasi majalah digital yang memberikan majalah format digital secara gratis selama 3 bulan. Berhubung agak movie freak, saya memilih untuk berlangganan majalah film, Premiere (sayangnya saat ini sudah tidak tersedia) dan beberapa majalah gratis lainnya.</p>
<p>Dengan harga yang kompetitif, kemudian saya berlangganan majalah What Digital Camera, sebuah majalah fotografi. Harga versi cetak dari majalah ini di Jakarta Rp 135.000 sedangkan format digitalnya Rp 20.000 per edisi. Majalah lainnya, seperti Esquire juga ditawarkan dengan harga kurang dari Rp 10.000 per edisi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/majalahdigital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Televisi Digital</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/televisidigital/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/televisidigital/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 06:50:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[
Indonesia kini telah memasuki era baru dalam dunia pertelevisian, dengan mengikuti perkembangan teknologi siaran televisi digital. Sejak bulan Maret 2009, dilakukan uji coba teknologi siaran &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-374" href="http://www.rizkyardianto.com/televisidigital/dvb-2/"><img class="alignnone size-full wp-image-374" title="dvb" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/02/dvb1.jpg" alt="" width="800" height="361" /></a></p>
<p>Indonesia kini telah memasuki era baru dalam dunia pertelevisian, dengan mengikuti perkembangan teknologi siaran televisi digital. Sejak bulan Maret 2009, dilakukan uji coba teknologi siaran televisi digital yang dimulai dari Jakarta, dengan mengadaptasi standar dari Eropa, Digital Video Broadcasting &#8211; Terrestrial atau yang lebih umum dikenal sebagai DVB-T. Teknologi ini menjanjikan efisiensi spektrum frekuensi yang digunakan oleh stasiun televisi. Sebuah kanal selebar 8 MHz yang biasanya digunakan oleh satu stasiun televisi, kini bisa memancarkan hingga 7 tayangan sekaligus. Selain itu, kualitas gambarnya pun lebih baik dari siaran analog, tidak ada lagi semut-semut menghiasi televisi kita. Format gambar yang saat ini umumnya mempunyai perbandingan 4:3 dapat disiarkan dengan format 16:9 seperti LCD TV yang kini sudah banyak beredar di pasaran. Setelah Jakarta, Bandung menjadi kota kedua pelaksanaan uji coba siaran televisi digital. Sejak akhir Januari 2010, masyarakat bandung sudah dapat menikmati siaran ini.</p>
<p>Untuk dapat menerima siaran televisi digital, dibutuhkan penerima (receiver) yang mendukung format digital. Saat ini sudah mulai diproduksi televisi yang dapat langsung menerima siaran digital. Namun bagi yang masih menggunakan televisi analog, masih tetap dapat menikmatinya dengan menambahkan set-top-box yang dihubungkan dengan televisi. Selain itu, untuk pengguna komputer juga tersedia USB dongle yang mampu menangkap siaran digital. Ditargetkan, Indonesia telah menyiarkan televisi digital secara menyeluruh di tahun 2017.</p>
<p>Untuk daerah Jakarta dan sekitarnya, ada 2 pihak yang mulai uji coba siaran digital. Yaitu Konsorsium Televisi Digital Indonesia (KTDI) dan Konsorsium Telkom &#8211; TVRI (KTT). KTDI menayangkan SCTV, ANTV, Trans 7, Trans TV, TV One dan Metro TV di kanal 46 (674 MHz) sedangkan KTT menayangkan TVRI Nasional, TVRI Regional, RCTI, TPI/Global TV, TVE dan Telkomvision/Ten Sport di kanal 44 (658 MHz). Bandung dan sekitarnya dapat menikmati TVRI Nasional, TVRI Regional/TVE, SCTV, RCTI, Indosiar, Trans TV, dan Metro TV di kanal 35 (586 MHz).</p>
<p>Selain kualitas gambar dan suara yang lebih baik, beragam aplikasi juga bisa diimplementasikan, seperti EPG atau Electronic Program Guide yang dapat menyimpan jadwal acara, namun sayangnya di Indonesia belum diaplikasikan. Beberapa set-top-box yang kini beredar di pasaran bahkan sudah bisa langsung merekam siaran televisi ke dalam hard disk atau USB. Perangkat yang terhubung langsung ke komputer seperti DVB-T USB stick bahkan dapat terintegrasi dengan Windows Media Center dari Windows 7. Integrasi ini memungkinkan kita untuk merekam acara televisi secara terjadwal, sehingga kita tak akan lagi tertinggal acara televisi favorit karena kesibukan.</p>
<p>Informasi lain yang berkaitan dengan televisi digital di Indonesia, dapat dilihat dari situs resminya di <a href="http://www.indonesiadigital.tv/">http://www.indonesiadigital.tv/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/televisidigital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
