<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[r:zrd] &#187; Thought</title>
	<atom:link href="http://www.rizkyardianto.com/category/thought/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rizkyardianto.com</link>
	<description>Rizky Ardianto</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 17:16:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>#037 &#124; Cap Go Meh Pulau Kemaro</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/cap-go-meh-pulau-kemaro/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/cap-go-meh-pulau-kemaro/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 17:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[February]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1826</guid>
		<description><![CDATA[
SEORANG warga Tionghoa sedang melempar uang-uangan kertas untuk dibakar di tengah ritual perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Kota Palembang. Selain membakar uang-uangan kertas, &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/cap-go-meh-pulau-kemaro/cap-go-meh-pulau-kemaro/" rel="attachment wp-att-1827"><img class="alignnone size-full wp-image-1827" title="cap-go-meh-pulau-kemaro" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/02/cap-go-meh-pulau-kemaro.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p><strong><em>SEORANG warga Tionghoa sedang melempar uang-uangan kertas untuk dibakar di tengah ritual perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Kota Palembang. Selain membakar uang-uangan kertas, tradisi unik di Pulau Kemaro ini sejumlah warga melepas burung yang dipercaya dapat mengurangi karma buruk dan memperlancar rejeki.</em></strong></p>
<p>Tak lengkap rasanya mengunjungi Pulau Kemaro tanpa mengetahui Legenda di balik pulau ini. Dari sebuah tulisan di salah satu sudut pulau ini, begini ceritanya:</p>
<p><em>Ada legenda seorang putri raja bernama Siti Fatimah yang disunting oleh seorang saudagar tionghoa yang bernama Tan Bun An pada zaman kerajaan Palembang. Siti Fatimah diajak ke daratan Tiongkok untuk melihat orang tua Tan Bun An. Setelah disana beberapa waktu Tan Bun An beserta istri pamit pulang ke Palembang dan dihadiahi 7 buah guci. Sesampai di perairan Musi dekat Pulau Kemaro, Tan Bun An mau melihat hadiah yang diberikan. Begitu dibuka, Tan Bun An kaget sekali isinya sawi-sawi asin. Tanpa banyak berpikir langsung dibuangnya ke sungai. Tapi guci yang terakhir terjatuh dan pecah diatas dek perahu layar ternyata ada hadiah yang tersimpan di dalamnya. Tan Bun An tidak banyak berpikir ia langsung melompat ke sungai untuk mencari guci-guci tadi. Seorang pengawal juga terjun untuk membantu. Melihat 2 orang tersebut tidak muncul, Siti Fatimah pun ikut lompat untuk menolong. Ternyata tiga-tiganya tidak muncul lagi. Penduduk sekitar pulau sering mendatangi Pulau Kemaro untuk mengenang 3 orang tersebut dan tempat tersebut dianggap sebagai tempat yang sangat keramat sekali. <strong>Disparbud Kota Palembang.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/cap-go-meh-pulau-kemaro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#036 &#124; Jembatan Ampera</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/jembatan-ampera-palembang/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/jembatan-ampera-palembang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 17:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Culinaire]]></category>
		<category><![CDATA[February]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1819</guid>
		<description><![CDATA[
JEMBATAN Ampera merupakan ikon dari Kota Palembang yang menghubungkan Sungai Musi, diambil di malam hari dari kawasan Pasar Kuliner Tepian Sungai Musi. Disini, wisatawan dapat &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/jembatan-ampera-palembang/jembatan-ampera/" rel="attachment wp-att-1835"><img class="alignnone size-full wp-image-1835" title="jembatan-ampera" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/02/jembatan-ampera.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p><strong><em>JEMBATAN Ampera merupakan ikon dari Kota Palembang yang menghubungkan Sungai Musi, diambil di malam hari dari kawasan Pasar Kuliner Tepian Sungai Musi. Disini, wisatawan dapat menikmati suasana malam sambil menyantap kuliner khas Palembang seperti Pempek dan Tekwan.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/jembatan-ampera-palembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#033 &#124; The Job</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/the-job/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/the-job/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 13:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Adrenaline]]></category>
		<category><![CDATA[February]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1794</guid>
		<description><![CDATA[
Saya salut dengan orang-orang seperti ini, tidak menyerah pada nasib dan tetap mencari pekerjaan yang halal walaupun berisiko tinggi. Pembersih dinding kaca di gedung pencakar &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/the-job/the-job/" rel="attachment wp-att-1795"><img class="alignnone size-full wp-image-1795" title="the-job" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/02/the-job.jpg" alt="" width="800" height="450" /></a></p>
<p>Saya salut dengan orang-orang seperti ini, tidak menyerah pada nasib dan tetap mencari pekerjaan yang halal walaupun berisiko tinggi. Pembersih dinding kaca di gedung pencakar langit, pengumpul sampah, pengangkut peti kemas<em>, </em>mungkin bagi saya, pekerjaan semacam ini tertulis jauh di bawah daftar pekerjaan yang diinginkan. Pekerjaannya memang berisiko tinggi, namun tanpa mereka, pekerjaan saya yang sehari-hari berada di dalam gedung mungkin akan terasa jenuh karena melihat kaca kotor sehingga saya tidak bisa menikmati pemandangan dari dalam gedung. Tanpa adanya pengumpul sampah mungkin penyakit akan lebih mudah menyerang karena sampah berserakan, dan tanpa operator <em>forklift, </em>mungkin barang-barang yang saya pesan dari luar kota tidak bisa sampai dengan cepat dan selamat.</p>
<p>Hidup ini pilihan, termasuk pilihan untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemauan dan kemampuan. Jika pekerjaan adalah impian, maka kejarlah impian itu.</p>
<p>Dan saya berada disini, saat ini, menjalani salah satu impian untuk mengejar impian yang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/the-job/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#032 &#124; Ads</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/ads/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/ads/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 05:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[February]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1790</guid>
		<description><![CDATA[
PEMANFAATAN bidang kosong untuk penempatan iklan kian banyak dijumpai, terutama di kota-kota besar seperti di Indonesia. Kendala perizinan untuk mendirikan papan reklame bisa jadi menjadi &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/ads/ads/" rel="attachment wp-att-1791"><img class="alignnone size-full wp-image-1791" title="ads" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/02/ads.jpg" alt="" width="800" height="450" /></a></p>
<p><strong><em>PEMANFAATAN bidang kosong untuk penempatan iklan kian banyak dijumpai, terutama di kota-kota besar seperti di Indonesia. Kendala perizinan untuk mendirikan papan reklame bisa jadi menjadi salah satu alasannya, terlebih lagi beberapa kasus terjadi dimana sejumlah papan reklame rubuh setelah diterjang hujan deras dan angin kencang. Hasilnya, pemanfaatan bidang di atap, dinding, jembatan, dan mobil dengan mudah dapat ditemui.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/ads/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#031 &#124; Mie Ongklok</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/mie-ongklok/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/mie-ongklok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 09:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Culinaire]]></category>
		<category><![CDATA[January]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1775</guid>
		<description><![CDATA[
Menceritakan kuliner memang tidak mudah, karena akan sangat subyektif tergantung dengan kegemaran seseorang menyantap makanan. Buah Durian bagi saya bisa terasa sangat lezat sementara bagi &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1777" title="mie-ongklok-longkrang-wonosobo" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/mie-ongklok-longkrang-wonosobo.jpg" alt="" width="800" height="451" /></p>
<p>Menceritakan kuliner memang tidak mudah, karena akan sangat subyektif tergantung dengan kegemaran seseorang menyantap makanan. Buah Durian bagi saya bisa terasa sangat lezat sementara bagi teman saya, mencium baunya dari jarak 10 meter saja sudah bisa membuatnya mual dan menutup hidung.</p>
<p>Baiklah, saya akan menggambarkan sebuah kuliner khas Wonosobo, yang sangat subyektif berdasarkan lidah saya :)</p>
<p>Ada sebuah masakan khas dari Wonosobo yang dapat dengan mudah ditemukan disini, namanya Mie Ongklok. Saya mengunjungi sebuah kedai favorit teman saya yang berasal dari Wonosobo, Mie Ongklok Longkrang, yang terletak di Jalan Pasukan Ronggolawe, tak jauh dari Gelanggang Renang Mangli. Suasana sore itu sedang padat, sehingga saya harus menunggu beberapa saat sebelum akhirnya mendapatkan tempat duduk.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/mie-ongklok/mie-ongklok/" rel="attachment wp-att-1776"><img class="alignnone size-full wp-image-1776" title="mie-ongklok" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/mie-ongklok.jpg" alt="" width="585" height="391" /></a></p>
<p>Mie Ongklok disajikan seperti mie ayam pada umumnya, namun yang membedakan adalah kuahnya yang kental, dengan rasa mirip bumbu kacang yang terdapat pada gado-gado. Mie dan daun kol disiram dengan kuahnya yang kental dan dimakan dengan ditambah <del>lagi-lagi</del> tahu kemul dan juga sate sapi. Sayang waktu saya datang di sore hari, sate sapi sudah ludes hingga menyisakan sate ayam. Dengan menambahkan irisan cabe rawit, citarasa dari Mie Ongklok semakin kuat dengan hadirnya rasa pedas yang menggugah selera. Tahu kemul yang panas dan aroma sate yang baru matang juga membuat tak sabar untuk menghabiskannya.</p>
<p>Tips dari saya jika hendak mengunjungi kedai ini sebaiknya di siang hari, disaat semua menu masih tersedia, sehingga Mie Ongklok dapat dinikmati dengan lengkap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/mie-ongklok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#030 &#124; Dieng Plateau</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 16:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Culinaire]]></category>
		<category><![CDATA[January]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1756</guid>
		<description><![CDATA[
Perjalanan kali ini membawa 7 orang termasuk saya, ke sebuah kota di Jawa Tengah, Wonosobo. Tujuan utama kami adalah mengunjungi Dieng Plateau, Plateau sendiri berarti &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/000-dieng-plateau/" rel="attachment wp-att-1768"><img class="alignnone size-full wp-image-1768" title="dieng-plateau" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/000-dieng-plateau.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p>Perjalanan kali ini membawa 7 orang termasuk saya, ke sebuah kota di Jawa Tengah, Wonosobo. Tujuan utama kami adalah mengunjungi Dieng Plateau, Plateau sendiri berarti dataran yang luas di tempat yang tinggi, sementara Dieng berdasarkan berbagai sumber berarti tempat bersemayam para dewa.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/001-sidomukti/" rel="attachment wp-att-1757"><img class="alignnone size-full wp-image-1757" title="sidomukti" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/001-sidomukti.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Taman Renang Alam Umbul Sidomukti, yang dapat dicapai setelah sekitar 60 menit perjalanan dari kota Semarang. Disini saya menikmati kolam renang dengan air yang dingin dan pemandangan alam yang sangat indah dan sejuk dengan tiket masuk 8.000 rupiah. Selain itu berbagai atraksi menarik seperti flying fox, ATV, Rapeling, dan Marine Bridge bisa dilakukan mulai harga 6.000 hingga 25.000 rupiah.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/002-atv/" rel="attachment wp-att-1758"><img class="alignnone size-full wp-image-1758" title="atv" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/002-atv.jpg" alt="" width="575" height="385" /></a></p>
<p>Terbatasnya waktu membuat saya memilih untuk mencoba flying fox terusan seharga 25.000 rupiah yang merupakan gabungan dari flying fox speed, yaitu meluncur sepanjang 60 meter dalam waktu 7 detik dengan flying fox lembah yang meluncur dari ketinggian 70 meter sepanjang 110 meter. Setelah itu saya berendam di kolamnya dengan air yang berasal dari mata air yang dingin, namun dengan pemandangan alam yang begitu indah.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/003-candi-arjuna/" rel="attachment wp-att-1759"><img class="alignnone size-full wp-image-1759" title="candi-arjuna" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/003-candi-arjuna.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Hari berikutnya saya mengunjungi Dieng Plateau, dimulai dengan Gardu Pandang Dieng dengan ketinggian sekitar 1.789 meter diatas permukaan laut, dan dilanjutkan dengan komplek Candi Arjuna. Disini, makanan khas berupa kentang goreng, jagung bakar dan minuman kesehatan purwaceng bisa dengan mudah didapat dan dinikmati.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/004-dieng/" rel="attachment wp-att-1762"><img class="alignnone size-full wp-image-1762" title="dieng" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/004-dieng.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Hamparan ladang seperti ini menghiasi perjalanan saya sepanjang jalan, sambil dihibur oleh semilir angin pegunungan yang sejuk.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/005-kawah-sidomukti/" rel="attachment wp-att-1763"><img class="alignnone size-full wp-image-1763" title="kawah-sidomukti" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/005-kawah-sidomukti.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Tempat berikutnya adalah kawah sikidang, beberapa menit perjalanan dari komplek Candi Arjuna, uap belerang sudah terasa dan terlihat dari kejauhan dan mengundang saya untuk melihatnya dari dekat.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/006-atv/" rel="attachment wp-att-1764"><img class="alignnone size-full wp-image-1764" title="atv" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/006-atv.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Disini ditawarkan alternatif untuk mendekati kawah dengan menyewa ATV, motor trail atau menunggang kuda, selain tentunya berjalan kaki untuk menghemat budget.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/007-atv/" rel="attachment wp-att-1765"><img class="alignnone size-full wp-image-1765" title="atv" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/007-atv.jpg" alt="" width="575" height="385" /></a></p>
<p>Tertantang dengan medan menuju ke kawah sikidang, saya menyewa ATV seharga 30 ribu rupiah untuk 30 menit. Dengan medan yang cukup menantang, perjalanan penuh liku-liku melewati jalan setapak dan sungai kecil membuat perjalanan menuju kawah lebih berkesan dan memacu adrenalin.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/008-tahu-selimut/" rel="attachment wp-att-1766"><img class="alignnone size-full wp-image-1766" title="tahu-selimut" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/008-tahu-selimut.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Lelah setelah mengunjungi kawah Sikidang, sejumlah kedai siap melepas rasa lapar dan dahaga saya. Seakan tak ada yang lebih nikmat daripada gorengan hangat dengan sambal kecap dengan cabai khas daerah ini yang konon katanya sangat pedas di mulut tetapi tidak membuat panas di perut, satu-persatu tahu goreng masuk ke perut saya. Makanan khas ini dikenal dengan nama Tahu Kemul atau tahu yang berselimut tepung.</p>
<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/009-telaga-warna/" rel="attachment wp-att-1767"><img class="alignnone size-full wp-image-1767" title="telaga-warna" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/009-telaga-warna.jpg" alt="" width="575" height="384" /></a></p>
<p>Perjalanan berlanjut ke sebuah danau yang dikenal dengan Telaga Warna. Suasana pegunungan kembali terasa saat perjalanan mengelilingi danau ini. Suasana yang asri dan indah membuat sebagian besar pengunjung mengabadikan diri dengan berfoto bernarsis ria. Bahkan pengelola telaga warna menyediakan foto yang dapat langsung dicetak sebagai kenang-kenangan.</p>
<p>Tidak seperti bayangan saya saat diajak kesini, kota Wonosobo ternyata menyajikan banyak hal diluar dugaan. Beragam kuliner seperti tahu kemul, warung angkringan, teh poci, hingga mie ongklok dengan kuah yang kental akan sangat lama mengendap dalam ingatan saya. Tak lupa pula mengunjungi Waroeng Djoglo yang konon sering digunakan untuk syuting FTV yang menyajikan makanan dan minuman disertai dengan pemandangan yang indah di belakang restoran ini. Perjalanan 3 hari saya menyajikan banyak foto narsis dan keceriaan, seakan udara yang dingin membuat kepala ini tetap dingin dan tak mampu untuk berkeluh kesah, bahkan sebaliknya dapat menyegarkan pikiran di tengah hiruk pikuk kemacetan yang hampir setiap hari dihadapi di ibu kota.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/dieng-plateau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#029 &#124; Push Up</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/push-up/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/push-up/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 08:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Diving]]></category>
		<category><![CDATA[January]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1745</guid>
		<description><![CDATA[
Captured by Kodak EasyShare Sport C123 by @nisagilang
Never Knew before Try.
Bagaimana cara mengetahui batas kemampuan diri sendiri? Yup, cara yang paling mudah adalah dengan melakukan &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/push-up/free-diving-exercise/" rel="attachment wp-att-1746"><img class="alignnone size-full wp-image-1746" title="free-diving-exercise" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/free-diving-exercise.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p>Captured by Kodak EasyShare Sport C123 by @nisagilang</p>
<p><strong>Never Knew before Try.</strong></p>
<p>Bagaimana cara mengetahui batas kemampuan diri sendiri? Yup, cara yang paling mudah adalah dengan melakukan tes terhadap kemampuan yang ingin diukur. Kemarin, di pertemuan free diving saya yang kedua, setelah mengetahui saya dapat melakukan <em>static apnea &#8211; </em>menahan nafas tanpa bergerak, maksimal selama 2 menit 44 detik, saya ditantang untuk melakukan <em>dynamic apnea</em> &#8211; menyelam dengan menahan nafas, di kolam sepanjang 50 meter dengan kedalaman 3-5 meter di kolam renang senayan. Awalnya saya ragu, bisa melakukannya dengan sekali nafas, namun dengan dorongan dan keingintahuan saya terhadap batas menahan nafas yang bisa saya lakukan, saya mencobanya, toh saya bisa naik ke permukaan jika saya rasa sudah tidak kuat menahan nafas.</p>
<p>Akhirnya saya mencoba, dan, berhasil. Wow! Good Job! Yatta!</p>
<p><strong>Never Say Can&#8217;t before Try.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/push-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#028 &#124; Contraband</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/contraband/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/contraband/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 17:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[January]]></category>
		<category><![CDATA[Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1740</guid>
		<description><![CDATA[
Ada banyak film dengan penjahat sebagai tokoh utamanya, sebut saja The Jackal, The Town, Ocean&#8217;s Trilogy, Inception, 21, The Bank Job, Law Abiding Citizen, dan &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/contraband/contraband/" rel="attachment wp-att-1741"><img class="alignnone size-full wp-image-1741" title="contraband" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/contraband.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p>Ada banyak film dengan penjahat sebagai tokoh utamanya, sebut saja The Jackal, The Town, Ocean&#8217;s Trilogy, Inception, 21, The Bank Job, Law Abiding Citizen, dan yang baru saja saya tonton, Contraband. Dengan menonton film tersebut, mau tidak mau saya harus pro terhadap tokoh utamanya atau dengan kata lain dengan kejahatan yang dilakukan. Ironis namun menarik. Setidaknya saya bisa mengambil nilai-nilai positif dari film tersebut. Adakah? Tentu saja ada. Misalnya di ketiga film Ocean&#8217;s, saya bisa lebih waspada terhadap modus kejahatan yang kerap dilakukan oleh sekelompok orang atau yang biasa disebut dengan istilah <em>Con Artist. </em>Contoh lain di film 21, saya bisa mengetahui bagaimana cara orang-orang menghitung kartu dalam bermain <em>Black Jack. </em>Tokoh utama di berbagai film ini walaupun bergerak di bidang kejahatan, digambarkan sebagai orang yang baik hati, namun terpaksa melakukan kejahatan, entah untuk membalas dendam atau nyawanya sedang terancam.</p>
<p>Film Contraband sendiri berkisah tentang seorang kepala keluarga yang terpaksa melakukan tindakan kejahatan berupa penyelundupan, setelah adik iparnya gagal melakukan penyelundupan sebelumnya, sehingga dia berhutang ratusan ribu dolar dan nyawanya terancam jika tidak dapat mengembalikannya. Dengan segala upaya dan berbagai masalah yang dihadapi, mereka berusaha agar penyelundupan tetap terlaksana dan berhasil dilakukan. Didukung dengan sinematografi yang menarik perhatian saya, cerita drama aksi dalam film ini sangat menghibur dan menarik untuk diikuti. Beberapa adegan komedi juga beberapa kali terdapat sepanjang film.</p>
<p>Kejahatan memang menarik untuk menjadi sebuah film yang menghibur, bahkan beberapa film seperti The Bank Job dan 21 diangkat dari kisah nyata, yang berarti kejahatan yang digambarkan memang benar-benar mungkin terjadi. Bagi penggemar serial, Hustle bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengisi akhir pekan. Dengan tema yang juga mengetengahkan tentang kejahatan, setidaknya bisa membuat saya lebih waspada terhadap modus kehjahatan yang bisa saja menimpa sewaktu-waktu.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/contraband/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#027 &#124; Penjual Obat</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/penjual-obat/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/penjual-obat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 17:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Culinaire]]></category>
		<category><![CDATA[January]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1729</guid>
		<description><![CDATA[
Penjual obat seperti ini selalu saya anggap sebagai The Best Marketing in the World, mengapa? Karena dia memperlihatkan produk yang dia jual, memaparkan fakta-fakta produknya, &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/penjual-obat/penjual-obat/" rel="attachment wp-att-1730"><img class="alignnone size-full wp-image-1730" title="penjual-obat" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/penjual-obat.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p>Penjual obat seperti ini selalu saya anggap sebagai <em>The Best Marketing in the World</em>, mengapa? Karena dia memperlihatkan produk yang dia jual, memaparkan fakta-fakta produknya, tidak memaksa saya untuk membeli produknya, dan selalu bersemangat walaupun tidak banyak yang memperhatikan yang sedang dibicarakan. Coba bandingkan dengan telemarketing asuransi yang walaupun mereka bersemangat tapi menurut saya mengganggu dan memaksa untuk membeli produk atau jasanya.</p>
<p>Ada beberapa hal yang tidak saya sukai dari telemarketing, diantaranya:</p>
<ul>
<li><strong>Selamat, anda adalah nasabah terpilih untuk menggunakan produk kami.</strong><em> Oh yeah, right! </em>Nasabah yang terpilih karena saya mempunyai kartu kredit atau dia benar mengetahui profil saya dan mengetahui bahwa saya sedang membutuhkan produk yang dia tawarkan? Rasanya opsi pertama yang benar, dan saya yakin puluhan orang-orang di belakang marketer tersebut juga mengatakan hal yang sama kepada calon nasabahnya.</li>
<li><strong>Anda hanya perlu menyisihkan puluhan ribu rupiah per hari untuk mendapatkan fasilitas terbaik kami, saya yakin tidak akan mengganggu penegluaran anda. </strong>Bagi saya bukan tentang nominal yang mengganggu, melainkan karena marketer tersebut menggunakan kata-kata yang membuat biaya yang harus dikeluarkan seolah-olah sangat ringan bagi setiap orang.</li>
<li><strong>Anda tidak perlu meluangkan waktu untuk medical check-up, cukup menjawab 3 pertanyaan, dan fasilitas ini akan langsung melindungi anda. </strong>Dengan pertanyaan yang sangat umum, kemungkinan besar setiap orang yang dia telepon akan menjawab dengan Ya, sehingga, telemarketer tersebut tinggal melanjutkan dengan <strong>Baik, boleh saya bantu untuk mengaktifkan asuransi ini sekarang? </strong>Wah kenapa harus saat itu juga? saya kan perlu menganalisa dulu apakah produk tersebut benar-benar sesuai dengan yang sedang saya butuhkan agar tidak beririsan manfaatnya dengan produk yang sudah saya miliki sebelumnya.</li>
<li>Setiap saya menolak karena saya bilang sudah punya produk serupa, telemarketer tersebut seperti tertawa mengejek dan mengatakan <strong>Produk kami bisa double claim, sehingga anda tidak perlu khawatir. </strong>Benarkah semudah itu menghadapi asuransi? Karena setahu saya ada banyak pasal yang mengatur tentang klaim yang bisa saja terlewat jika saya tidak tahu dan lupa menanyakan kepada telemarketer tersebut.</li>
<li>Khusus untuk telemarketing yang mengaku dari perusahaan travel dan mengabarkan kalau saya mendapatkan voucher wisata atau hotel, kenapa tiba-tiba di belakang ada biaya keanggotaan? kalau memang mau ngasih gratis, kirimkan saja lewat pos, tidak perlu harus janji untuk datang ke kantor dan menyiapkan kartu kredit. Belakangan setelah saya coba mencari kasus serupa di internet, ternyata mengindikasikan penipuan.</li>
</ul>
<p>Harap berhati-hati dan mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum menerima tawaran dari telemarketing, saya biasa bilang kalau memang nanti memerlukan produknya, akan datang sendiri ke provider asuransi dan memilih yang sesuai dengan kebutuhan. Tak perlu merasa jahat saat menolak tawaran karena memang itu pekerjaan dia dan biaya yang harus dibayar adalah uang diri sendiri.</p>
<p><strong>Be Wise with Your Money.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/penjual-obat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#026 &#124; Mengejar Matahari</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/mengejar-matahari/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/mengejar-matahari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 17:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizky Ardianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Flashback]]></category>
		<category><![CDATA[January]]></category>
		<category><![CDATA[Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Project365]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>
		<category><![CDATA[flashback]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=1708</guid>
		<description><![CDATA[
Bagaimanapun semua hal akan berlalu, suatu hari kita pasti akan terbangun dan tersenyum menyadari bahwa kita pernah mengalaminya.
Quote tersebut merupakan salah satu narasi pada sebuah &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rizkyardianto.com/mengejar-matahari/mengejar-matahari/" rel="attachment wp-att-1709"><img class="alignnone size-full wp-image-1709" title="mengejar-matahari" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2012/01/mengejar-matahari.jpg" alt="" width="800" height="451" /></a></p>
<p><strong>Bagaimanapun semua hal akan berlalu, suatu hari kita pasti akan terbangun dan tersenyum menyadari bahwa kita pernah mengalaminya.</strong></p>
<p>Quote tersebut merupakan salah satu narasi pada sebuah film Indonesia tahun 2004, Mengejar Matahari, yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo, dan dibintangi oleh Winky Wiryawan, Fedi Nuril, Udjo Project Pop, Fauzi Baadila dan Agni Pratista. Film ini menarik, dan bagi saya merupakan salah satu film Indonesia terbaik yang pernah saya lihat, hingga saya rela menonton lebih dari satu kali dan juga membeli filmnya. Ceritanya mengisahkan tentang persahabatan antara 4 orang dari kecil hingga remaja, yang punya kebiasaan lomba lari mengitari rumah susun diantara mereka yang biasa mereka sebut sebagai mengejar matahari.</p>
<p>Kehadiran seorang wanita di masa remaja mengancam persahabatan mereka, dan menyaksikan pembunuhan sewaktu mereka kecil membuatnya semakin terancam, terutama setelah tersangka pembunuhan bebas dari penjara. Perjuangan untuk mempertahankan persahabatan pun terjadi, dan yang mereka takutkan terhadap ancaman sang pembunuh yang ingin membalas dendam juga terjadi. Ditambah lagi kehidupan mereka dengan latar belakang keluarga dan didikan yang berbeda-beda membuat karakter keempat pemuda ini sangat bertolak belakang satu sama lainnya.</p>
<p>Penasaran dengan akhir dari film yang mengibaratkan persahabatan sebagai matahari dan cinta sebagai pelangi ini? Masih ada waktu untuk pergi ke toko CD kesayangan dan mencari film ini, mungkin sambil membeli tiket Java Jazz Festival 2012 :)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/mengejar-matahari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

