© 2012 Rizky Ardianto dew

#025 | Embun Pagi

Pagi…
Akankah kutemui kembali esok hari
Mewarnai hari-hari indah dalam diri
Menemani rasa sepi di hati

Embun…
Takkan kubiarkan kau datang dan pergi tanpa kesan
Kejernihanmu memberi inspirasi
Menjalin kata, menyusun nada
Menulis rangkaian cerita dengan rasa

Embun…
Dalam dingin perlahan kau jatuh tanpa ragu
Menyadari peranmu segera dimulai
Memberi kesejukan, menenangkan jiwa
Mengembalikan kesegaran, menghapus dahaga

Embun…
Kau menetes lagi
Inikah jawaban atas permohonanku?
Untuk selalu menemaniku memulai hari?
Mewujudkan mimpi, mensucikan diri, untuk menemui Ilahi

Embun…
Aku tahu kau akan segera pergi
Mempersiapkan diri untuk kembali esok hari
Kembali pada kejernihan
Kembali pada fitrahmu
Ikhlas menjalani kehidupan ini

SIAware IV – Desember 2004

***

Puisi tersebut saya tulis saat mengikuti sebuah acara yang diadakan oleh Ikatan Alumni ITB beberapa tahun yang lalu. Sebuah kegiatan yang semakin menyadarkan saya untuk mengejar mimpi dan menjadi diri sendiri, memberi yang terbaik di setiap detik perjalanan yang dilalui.

6 Responses to “#025 | Embun Pagi”

  1. rose says:

    puisi yg bagus, Ky….

    Setiap bagiannya memiliki arti yg dalam.
    Dan, aku merasa bagian 2 dan 4 merupakan inti dari puisi ini.

  2. rose says:

    ;-)

    keep on moving.
    Your words will be shining.

  3. sYam says:

    2004 udah nulis ky? wew… nice poem :)

    • Haha, kalo tulisan diatas “dipaksa” nulis puisi tentang alam :) udah pengen nulis & sempet punya cita-cita jadi reporter juga waktu kuliah.

Leave a Reply