<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Seniman Jalanan (?)</title>
	<atom:link href="http://www.rizkyardianto.com/fake/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rizkyardianto.com/fake/</link>
	<description>Rizky Ardianto</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 03:04:26 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: hilda</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/fake/comment-page-1/#comment-256</link>
		<dc:creator>hilda</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 15:21:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=301#comment-256</guid>
		<description>uh oh kok emoticonku ga ada yg muncul 1 pun :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>uh oh kok emoticonku ga ada yg muncul 1 pun <img src='http://www.rizkyardianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hilda</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/fake/comment-page-1/#comment-255</link>
		<dc:creator>hilda</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 15:20:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=301#comment-255</guid>
		<description>iya benar, klo mengemis dijadikan profesi, mana mau dibayar pake makanan. sini sini Ky aku bayar kamu pake gorengan tiap hr, tapi tlg cuciin bajuku yaa...&lt;a href=&quot;http://emoticonizer.info&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;

kalo mengandalkan pemerintah, susah kayanya Ky di negara kita yg msh dlm kelas negara berkembang. masih terlalu sibuk mengurusi hal-hal lain yg dianggap lbh vital.
Btw berkembang atau maju ya negara kita ini &lt;a href=&quot;http://emoticonizer.info&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;?  

MLM is a good idea. Mudah-mudahan mereka mau bekerja as a normal person. Viva Indonesia &lt;a href=&quot;http://emoticonizer.info&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya benar, klo mengemis dijadikan profesi, mana mau dibayar pake makanan. sini sini Ky aku bayar kamu pake gorengan tiap hr, tapi tlg cuciin bajuku yaa&#8230;<a href="http://emoticonizer.info" rel="nofollow"></a></p>
<p>kalo mengandalkan pemerintah, susah kayanya Ky di negara kita yg msh dlm kelas negara berkembang. masih terlalu sibuk mengurusi hal-hal lain yg dianggap lbh vital.<br />
Btw berkembang atau maju ya negara kita ini <a href="http://emoticonizer.info" rel="nofollow"></a>?  </p>
<p>MLM is a good idea. Mudah-mudahan mereka mau bekerja as a normal person. Viva Indonesia <a href="http://emoticonizer.info" rel="nofollow"></a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rzrd</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/fake/comment-page-1/#comment-221</link>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 09:55:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=301#comment-221</guid>
		<description>Saya pernah juga punya pengalaman, suatu senja di musim yang lalu (halah) saya pas lagi bawa makanan konsumsi dari training, dan mau saya kasih ke pengemis di sekitaran sudirman, dia nolak dong :) padahal kan  mereka ngemis buat nyari uang buat makan, ya kan?
Ketika mengemis udah dijadiin profesi, agak susah juga da, bukti nyata seorang pengemis di jalan merdeka di Bandung, usut punya usut, tabungan dia sampai puluhan juta loh.
Kalo boleh nyalahin, pemerintah berperan juga disini, mereka seolah tutup mata terhadap masalah yang satu ini dan ga mau terlibat. Pemerintah ga mampu untuk ngasih pekerjaan dan kehidupan yang layak buat mereka. Sempet kepikiran buat ngasih usaha ke mereka sih, dari yang simple aja mungkin, saya daftarin ke MLM yang ga butuh modal gede, misalnya. Semoga bisa terlaksana dalam waktu dekat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah juga punya pengalaman, suatu senja di musim yang lalu (halah) saya pas lagi bawa makanan konsumsi dari training, dan mau saya kasih ke pengemis di sekitaran sudirman, dia nolak dong <img src='http://www.rizkyardianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  padahal kan  mereka ngemis buat nyari uang buat makan, ya kan?<br />
Ketika mengemis udah dijadiin profesi, agak susah juga da, bukti nyata seorang pengemis di jalan merdeka di Bandung, usut punya usut, tabungan dia sampai puluhan juta loh.<br />
Kalo boleh nyalahin, pemerintah berperan juga disini, mereka seolah tutup mata terhadap masalah yang satu ini dan ga mau terlibat. Pemerintah ga mampu untuk ngasih pekerjaan dan kehidupan yang layak buat mereka. Sempet kepikiran buat ngasih usaha ke mereka sih, dari yang simple aja mungkin, saya daftarin ke MLM yang ga butuh modal gede, misalnya. Semoga bisa terlaksana dalam waktu dekat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hilda</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/fake/comment-page-1/#comment-220</link>
		<dc:creator>hilda</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 09:41:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=301#comment-220</guid>
		<description>It&#039;s hard for me to see them as seniman jalanan. For me, karya seorang seniman tidak seharusnya &#039;melukai&#039; perasaan.
Tiap liat pengemis terutama yg tampaknya terluka fisik, kadang yg muncul adl rasa kasihan DAN curiga. (If) They are faking it, they use it to manipulate other people emotion. Mnrtku mereka menyerah pada nasib. Poverty is not the reason to do that.  Aku lbh menghargai para seniman jalanan yg lbh menghibur, seperti pengamen yg benar2 bisa beryanyi dan bermain musik atau jadi ronggeng lucu atau bahkan banci2 yg keliling kampung.

Satu hal yg srg dipikirkan ttg pengemis, tapi sgt disesalkan ga prnh aku lakukan Ky, nawarin mereka untuk dibawa ke panti sosial. And I wonder how they will react.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>It&#8217;s hard for me to see them as seniman jalanan. For me, karya seorang seniman tidak seharusnya &#8216;melukai&#8217; perasaan.<br />
Tiap liat pengemis terutama yg tampaknya terluka fisik, kadang yg muncul adl rasa kasihan DAN curiga. (If) They are faking it, they use it to manipulate other people emotion. Mnrtku mereka menyerah pada nasib. Poverty is not the reason to do that.  Aku lbh menghargai para seniman jalanan yg lbh menghibur, seperti pengamen yg benar2 bisa beryanyi dan bermain musik atau jadi ronggeng lucu atau bahkan banci2 yg keliling kampung.</p>
<p>Satu hal yg srg dipikirkan ttg pengemis, tapi sgt disesalkan ga prnh aku lakukan Ky, nawarin mereka untuk dibawa ke panti sosial. And I wonder how they will react.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
