<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[r:zrd]</title>
	<atom:link href="http://www.rizkyardianto.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rizkyardianto.com</link>
	<description>Movie, Music, Photography &#38; Technology</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 10:48:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Java Jazz Festival 2010</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/jjf2010/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/jjf2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 10:31:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Photoworks]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[
Good Experience (In a Bad Way).
Tahun ini, untuk pertama kalinya, saya bisa menghadiri sebuah festival jazz terbesar di Indonesia, Java Jazz Festival 2010.  Acara ini &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-396" href="http://www.rizkyardianto.com/jjf2010/jjf2010-2/"><img class="alignnone size-full wp-image-396" title="jjf2010" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/03/jjf2010.jpg" alt="" width="800" height="450" /></a></p>
<p>Good Experience (In a Bad Way).</p>
<p>Tahun ini, untuk pertama kalinya, saya bisa menghadiri sebuah festival jazz terbesar di Indonesia, Java Jazz Festival 2010.  Acara ini merupakan sebuah one-stop-event untuk menikmati dan merasakan musik Jazz. Setidaknya itu yang saya harapkan ketika memutuskan untuk membeli tiketnya. Cerita tentang kemegahan dan kemeriahan dari teman-teman yang datang di tahun sebelumnya membuat saya semakin semangat untuk hadir di acara ini.</p>
<p>Sabtu sore, 6 Maret 2010, saya berangkat menuju Jakarta International Expo atau yang lebih dikenal sebagai area Pekan Raya Jakarta. Ya, tahun ini Java Jazz Festival tidak dilaksanakan di JCC Senayan seperti biasanya, <strong>to serve you better </strong>katanya, menurut media promosi yang saya baca. Perjalanan kesana menempuh waktu sekitar satu jam, melalui jalan tol dalam kota, dengan sedikit hujan rintik-rintik di sekitar Ancol. Sampai di sekitar JIExpo, saya terkejut! antrian mobil untuk menuju ke tempat parkir mencapai beberapa kilometer. Alhasil total waktu tempuh sampai mendapat parkir mencapai 3.5 jam, yang membuat saya terlambat untuk menyaksikan Aksan Sjuman, Maliq &amp; D&#8217;Essentials, Tika &amp; The Dissidents dan Andezz. Kejutan tidak hanya sampai disini, area JIExpo sangat ramai, seperti pasar malam, mirip dengan pasar di Chatuchak di Thailand atau seperti berada di dalam bis PPD di pagi hari, yang penuh sesak dengan penumpang dan panas.</p>
<p>Saat masuk ke Hall tempat pertunjukan, sejuknya AC hanya terasa di pintu masuk dan sudah tidak terasa lagi di dalam. Ditambah lagi tidak ada petunjuk yang jelas tentang pintu masuk dan keluar dari panitia sehingga desak-desakan antara pengunjung yang masuk dan keluar tak terhindarkan. Kejadian ini terjadi hampir di semua Hall yang menampilkan musisi terkenal seperti Lee Ritenour, Glenn Fredly, dan Sandy Sendhoro. Dengan keramaian seperti ini, sangat sulit untuk menyaksikan musisi yang benar-benar kita inginkan, karena harus kehilangan 30-60 menit untuk hadir lebih dulu di Hall untuk standby, sehingga kehilangan kesempatan untuk menyaksikan musisi lain. Alhasil, kita hanya bisa menikmati suasana Jazz di Hall yang tidak terlalu ramai, walaupun mungkin belum familiar dengan musisinya. Dari sisi audio, di beberapa venue, terasa bahwa antara musik dengan vokal kurang seimbang, dimana suara musik lebih dominan dari vokalnya, sehingga kurang nyaman untuk didengar.</p>
<p>Untuk saat ini, nampaknya menghadiri Java Jazz Festival adalah yang pertama dan terakhir. Secara umum, saya tidak mendapatkan kesan yang positif setelah menghadirinya. To-serve-you-better-nya benar-benar tidak terasa sama sekali. Saya akan lebih memilih untuk menikmati musik Jazz dari CD daripada kehilangan banyak waktu untuk menghadiri festival ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/jjf2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Majalah Digital</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/md/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/md/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 11:34:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[
Selamat datang di era digital!
Saya yakin dunia digital telah menjadi bagian dari kehidupan kita, komputer telah merubah banyak hal dari yang sebelumnya berformat analog menjadi &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-367" href="http://www.rizkyardianto.com/md/zinio/"><img class="alignnone size-full wp-image-367" title="zinio" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/02/zinio.jpg" alt="" width="800" height="353" /></a></p>
<p>Selamat datang di era digital!</p>
<p>Saya yakin dunia digital telah menjadi bagian dari kehidupan kita, komputer telah merubah banyak hal dari yang sebelumnya berformat analog menjadi format digital. Buku, musik, video, gambar, hingga media massa seperti televisi, koran dan majalah kini dapat juga dinikmati dalam format digital. Kehadiran teknologi digital dalam beberapa hal mulai mengancam sistem analog, misalnya kamera digital, namun hal ini tidak serta merta menghilangkan keberadaan sistem analog, penggemar fanatik tetap masih setia dengan komunitasnya. Pada hal yang lain, digitalisasi justru saling melengkapi, contohnya media massa digital yang bisa dengan mudahnya diakses melalui internet, Kompas versi ePaper atau video streaming Metro TV telah menjadikan tak ada lagi batasan wilayah. Semua orang yang bisa mengakses internet, bisa juga mendapatkan siaran yang sama dengan yang berada di Indonesia.</p>
<p>Untuk majalah, dengan semangat Go Green, beberapa provider menawarkan format majalah digital dengan harga yang kompetitif. Dengan konsep membolak-balik halaman majalah yang sebelumnya tidak bisa dirasakan dengan format PDF, <a href="http://www.suavecatalogue.com" target="_blank">Suave Catalogue</a> dan <a href="http://www.zinio.com" target="_blank">Zinio</a> mencoba menawarkan sesuatu yang &#8220;hilang&#8221; dengan tampilan selayaknya kita membalikkan halaman dari majalah yang dicetak. Bagi saya sendiri, perkenalan dengan majalah digital dimulai sekitar awal 2007, saat itu saya mempunyai sebuah flash disk dengan aplikasi <a href="http://www.u3.com" target="_blank">U3</a> di dalamnya. Dengan aplikasi ini, kita dapat menginstall sejumlah program, baik yang gratis maupun berbayar ke flash disk ini dan dapat dibuka di komputer mana saja. Nah, disinilah awalnya, di box flash disk tersebut ditawarkan promosi untuk menginstall Zinio Reader, sebuah aplikasi majalah digital yang memberikan majalah format digital secara gratis selama 3 bulan. Berhubung agak movie freak, saya memilih untuk berlangganan majalah film, Premiere (sayangnya saat ini sudah tidak tersedia) dan beberapa majalah gratis lainnya.</p>
<p>Dengan harga yang kompetitif, kemudian saya berlangganan majalah What Digital Camera, sebuah majalah fotografi. Harga versi cetak dari majalah ini di Jakarta Rp 135.000 sedangkan format digitalnya Rp 20.000 per edisi. Majalah lainnya, seperti Esquire juga ditawarkan dengan harga kurang dari Rp 10.000 per edisi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/md/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Televisi Digital</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/dvbt/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/dvbt/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 06:50:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[
Indonesia kini telah memasuki era baru dalam dunia pertelevisian, dengan mengikuti perkembangan teknologi televisi digital. Sejak bulan Maret 2009, dilakukan uji coba teknologi televisi digital &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-374" href="http://www.rizkyardianto.com/dvbt/dvb-2/"><img class="alignnone size-full wp-image-374" title="dvb" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/02/dvb1.jpg" alt="" width="800" height="361" /></a></p>
<p>Indonesia kini telah memasuki era baru dalam dunia pertelevisian, dengan mengikuti perkembangan teknologi televisi digital. Sejak bulan Maret 2009, dilakukan uji coba teknologi televisi digital yang dimulai dari Jakarta, dengan mengadaptasi standar dari Eropa, Digital Video Broadcasting &#8211; Terrestrial atau yang lebih umum dikenal sebagai DVB-T. Teknologi ini menjanjikan efisiensi spektrum frekuensi yang digunakan oleh stasiun televisi. Sebuah kanal selebar 8 MHz yang biasanya digunakan oleh satu stasiun televisi, kini bisa memancarkan hingga 7 tayangan sekaligus. Selain itu, kualitas gambarnya pun lebih baik dari siaran analog, tidak ada lagi semut-semut menghiasi televisi kita. Format gambar yang saat ini umumnya mempunyai perbandingan 4:3 dapat disiarkan dengan format 16:9 seperti LCD TV yang kini sudah banyak beredar di pasaran.   Setelah Jakarta, Bandung menjadi kota kedua pelaksanaan uji coba siaran televisi digital. Sejak akhir Januari 2010, masyarakat bandung sudah dapat menikmati siaran ini.</p>
<p>Untuk dapat menerima siaran televisi digital, dibutuhkan penerima (receiver) yang mendukung format digital. Saat ini sudah mulai diproduksi televisi yang dapat langsung menerima siaran digital. Namun bagi yang masih menggunakan televisi analog, masih tetap dapat menikmatinya dengan menambahkan set-top-box yang dihubungkan dengan televisi. Selain itu, untuk pengguna komputer juga tersedia USB dongle yang mampu menangkap siaran digital. Ditargetkan, Indonesia telah menyiarkan televisi digital secara menyeluruh di tahun 2017.</p>
<p>Untuk daerah Jakarta dan sekitarnya, ada 2 pihak yang mulai uji coba siaran digital. Yaitu Konsorsium Televisi Digital Indonesia (KTDI) dan Konsorsium Telkom &#8211; TVRI (KTT). KTDI menayangkan SCTV, ANTV, Trans 7, Trans TV, TV One dan Metro TV di kanal 46 (674 MHz) sedangkan KTT menayangkan TVRI Nasional, TVRI Regional, RCTI, TPI/Global TV, TVE dan Telkomvision/Ten Sport di kanal 44 (658 MHz). Bandung dan sekitarnya dapat menikmati TVRI Nasional, TVRI Regional/TVE, SCTV, RCTI, Indosiar, Trans TV, dan Metro TV di kanal 35 (586 MHz).</p>
<p>Selain kualitas gambar dan suara yang lebih baik, beragam aplikasi juga bisa diimplementasikan, seperti EPG atau Electronic Program Guide yang dapat menyimpan jadwal acara, namun sayangnya di Indonesia belum diaplikasikan. Beberapa set-top-box yang kini beredar di pasaran bahkan sudah bisa langsung merekam siaran televisi ke dalam hard disk atau USB. Perangkat yang terhubung langsung ke komputer seperti DVB-T USB stick bahkan dapat terintegrasi dengan Windows Media Center dari Windows 7. Integrasi ini memungkinkan kita untuk merekam acara televisi secara terjadwal, sehingga kita tak akan lagi tertinggal acara televisi favorit karena kesibukan.</p>
<p>Informasi lain yang berkaitan dengan televisi digital di Indonesia, dapat dilihat dari situs resminya di <a href="http://www.indonesiadigital.tv/">http://www.indonesiadigital.tv/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/dvbt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Butterfly Effect</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/tb/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/tb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 10:57:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[
The butterfly  effect is a metaphor that encapsulates the concept of sensitive  dependence on initial conditions in chaos theory; namely that small  &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-335" href="http://www.rizkyardianto.com/tb/img_8424/"><img class="alignnone size-full wp-image-335" title="IMG_8424" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/02/IMG_8424.jpg" alt="" width="800" height="450" /></a></p>
<blockquote><p>The butterfly  effect is a metaphor that encapsulates the concept of sensitive  dependence on initial conditions in chaos theory; namely that small  differences in the initial condition of a dynamical system may produce  large variations in the long term behavior of the system. Although this  may appear to be an esoteric and unusual behavior, it is exhibited by  very simple systems: for example, a ball  placed at the crest of a hill  might roll into any of several valleys depending on slight differences  in initial position. The butterfly effect is a common trope in fiction  when presenting scenarios involving time travel and with &#8220;what if&#8221;  scenarios where one storyline diverges at the moment of a seemingly  minor event resulting in two significantly different outcomes.</p>
<p>http://en.wikipedia.org</p></blockquote>
<p>Bulan Februari diawali dengan serial Lost Season 6 yang mulai tayang  kembali. Season ini merupakan penutup dari serial Lost yang telah  disiarkan sejak tahun 2004. Sejak awal, kehadirannya sudah menarik  perhatian, dengan tema kecelakaan pesawat yang tak biasa, plot ceritanya  sangat memukau dan membuat penasaran di akhir setiap episode-nya.</p>
<p>Ada yang menarik di episode pertama di season 6 ini. Cerita diawali  dengan selamatnya pesawat Oceanic815 dan sampai ke Los Angeles. Apakah  memang mereka berhasil merubah sejarah dengan meledakkan bom di pulau  tersebut? Jawabannya ada di 16 episode berikutnya.</p>
<p>Yang lebih menarik adalah, ide cerita untuk merubah sejarah dengan kembali  ke masa lalu. Sudah beberapa film mengetengahkan tentang tema serupa.  Sebut saja The Butterfly Effect, Heroes, Terminator dan Medley. Intinya  kita kembali ke masa lalu untuk merubah masa depan sesuai dengan yang  kita harapkan. Sebagian dari kita mungkin sering berandai-andai, gimana  kalo dulu kuliah di luar negeri, gimana kalo dulu ketinggalan pesawat,  atau gimana kalo dulu menerima tawaran kerja di Bank. Intinya, penyesalan atas berbagai kesempatan yang disengaja atau tidak, pernah kita lewatkan di masa lalu.</p>
<p>Secara umum, the butterfly effect merupakan sebuah konsep, dimana  perubahan dari hal kecil akan menimbulkan efek yang bervariasi di masa  yang akan datang. Di film The Butterfly Effect misalnya saat sang tokoh  utama, Evan, kembali ke masa lalu untuk merubah masa depannya, hal  tertentu memang sesuai dengan keinginannya, tapi selain itu juga ada  efek samping yang tidak dia inginkan diluar dugaannya. Hal ini pula  nampaknya yang dimunculkan kembali pada serial Lost season terakhir ini.  Visualisasi bagaimana jika Oceanic815 tidak mengalami kecelakaan dan  tiba di Los Angeles dengan selamat, akankah semuanya berakhir bahagia  atau justru malah berdampak buruk kepada mereka. Komentar klisenya, ya  kalo mereka selamat, ga bakalan ada serial ini, mungkin judulnya bukan  Lost.</p>
<p>Komentar saya, bagaimanapun usaha kita untuk kembali ke masa lalu dan  berusaha merubah sejarah, masa depan belum tentu sesuai dengan apa yang  diharapkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/tb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seniman Jalanan (?)</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/fake/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/fake/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 16:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoworks]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[
Sore ini saya melihat seorang pengemis, membawa tongkat dan berjalan normal. Ya, saya menduga dia hanya berpura-pura pincang untuk mengemis dan berharap iba dari kita. &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-300" href="http://www.rizkyardianto.com/fake/img_8477/"><img class="alignnone size-full wp-image-300" title="IMG_8477" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_8477.jpg" alt="" width="800" height="452" /></a></p>
<p>Sore ini saya melihat seorang pengemis, membawa tongkat dan berjalan normal. Ya, saya menduga dia hanya berpura-pura pincang untuk mengemis dan berharap iba dari kita. Hal baru? tentunya tidak, beberapa kali pernah diliput dalam sebuah tayangan di televisi.</p>
<p>Salah? mungkin. Bisakah dianggap hal yang benar dan wajar? mungkin.</p>
<p>Bukan kapasitas saya untuk menuduh atau menghakimi. Saya hanya mempunyai pandangan yang berbeda tentang hal ini. Bagaimana jika saya anggap pengemis ini sebagai seniman, yang menggunakan kostum, ber-make-up dan &#8220;berakting&#8221; sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa iba, dan membuat kita rela membagi sebagian dari harta kita padanya. Lepas dari pengemis tersebut benar-benar membutuhkan makan sehingga memaksanya untuk menjadi pengemis atau sudah menjadi profesi, bukankah pengemis tersebut membuat kita untuk merendahkan hati, menyadarkan kita untuk tetap menghargai kehidupan ini, dan senantiasa bersyukur atas apa yang kita miliki.</p>
<p>Disadari atau tidak, kita sudah sering menerima tayangan tentang kepalsuan dan kebohongan di media. Misalnya tayangan yang diberi label reality show yang seharusnya berarti realitas, ternyata juga telah direkayasa sebagian (mungkin juga seluruhnya) agar lebih dramatis dan lebih menarik. Acara musik dengan band lengkap juga sebagian telah direkam sebelumnya dan kadang tak beda dengan yang ada di CD, apa bedanya dengan menonton <em>video clip. </em>Belum lagi beragam film baik itu <em>action, thriller, sci-fiction </em>yang penuh dengan <em>special effects </em>yang berlebihan dan tak masuk akal, baik secara logis maupun ilmiah. Tapi jujur, saya menyukainya, dan mungkin sebagain besar masyarakat juga.</p>
<p>Bagi saya, tak ada alasan untuk merendahkan atau menuduh pengemis atau beragam profesi lainnya yang mungkin secara kasat mata kita tahu bahwa dia berpura-pura. Jika memang kita berniat menolongnya, telusuri lebih jauh bagaimana kehidupannya, dan bantu agar dia mempunyai pekerjaan yang layak dan mengangkat derajatnya. Atau jika tidak mau repot, kita bisa anggap dia sebagai seorang seniman, dan kita memberi imbalan atas jasanya untuk terus menyadarkan kita menghargai hidup.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/fake/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Senandung Rimba Sumatra</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/srs/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/srs/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 08:58:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoworks]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[
Terinspirasi oleh pesona keindahan Sumatra, salah satu pulau terbesar di Indonesia dengan alam yang sangat kaya, indah, serta budaya yang unik dan eksotis, Sariayu menghadirkan &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-278" href="http://www.rizkyardianto.com/srs/img_9533/"><img class="alignnone size-full wp-image-278" title="Adi Busana" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_9533.jpg" alt="" width="800" height="450" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Terinspirasi oleh pesona keindahan Sumatra, salah satu pulau terbesar di Indonesia dengan alam yang sangat kaya, indah, serta budaya yang unik dan eksotis, Sariayu menghadirkan trend warna untuk tahun 2010, <strong>Senandung Rimba Sumatra.</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">Adibusana (haute couture, alta moda, high fashion) merupakan teknik pembuatan pakaian tingkat tinggi yang dibuat khusus untuk pemesannya, menggunakan bahan-bahan berkualitas terbaik, biasanya dihiasi detail, dikerjakan dengan tangan, dan pembuatannya memakan waktu lama.</p>
<p>http://id.wikipedia.org/</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/srs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CMIIW</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/cmiiw/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/cmiiw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 14:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoworks]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[
Denny Darko, salah satu finalis dari acara  The Master yang diselenggarakan oleh RCTI melakukan aksi untuk membebaskan dirinya dari jeratan rantai dan terkunci di dalam &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-272" title="cmiiw" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_5659.JPG" alt="cmiiw" width="800" height="450" /></p>
<p><strong>Denny Darko</strong>, salah satu finalis dari acara  The Master yang diselenggarakan oleh RCTI melakukan aksi untuk membebaskan dirinya dari jeratan rantai dan terkunci di dalam air, aksi ini dilakukannya pada malam final melawan Limbad dan ditayangkan secara langsung dari studio RCTI pada tanggal 17 April 2009.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">CMIIW = Correct Me If I&#8217;m Wrong,  is an internet slang for tell me if I  am mistaken.</p>
<p>http://dictionary.babylon.com</p>
</blockquote>
<p>That was a very dangerous performance, regarding that some of illusionist was nearly drown doing the same thing. As an escape artist, the timing have to be precised and no room for failure.</p>
<p>One thing common about failure, is that people will keep remember it rather than our success. People will remember my mistakes rather than my achievement.  When I asked not to think about green cat, for example, what happen next? yes, I just thinking about it a moment ago, and so do you. And then what, when I am afraid of something, it will sum up on my brain, making an excuse, and sometimes add another assumptions that most of it would be irrational. This negativity will make me stuck and afraid to move forward.</p>
<p>One of my friends said, that all things happens to us is just an impulse. It is me to decide whether I will take it by positive or negative response. My mindset will lead to my actions. Let all of negative stuff became our past, let start with the whole new idea positively. When someone talked too much, she might suitable to become presenter. When someone lie all the time, maybe he could be a great spy. When someone always worry about anything, maybe we can include him on risk management meeting.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/cmiiw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamatkan Teluk Jakarta</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/bstj/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/bstj/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 02:51:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoworks]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[
Jakarta, 21 November 2009. Secara simbolis, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo melepas kapal nelayan pertama untuk membersihkan sampah di Teluk Jakarta dalam rangkaian acara HUT &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-266" title="Pelepasan Kapal Pertama Menuju Kepulauan Seribu" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_9813.JPG" alt="bstj" width="800" height="450" /></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Jakarta, 21 November 2009.</strong> Secara simbolis, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo melepas kapal nelayan pertama untuk membersihkan sampah di Teluk Jakarta dalam rangkaian acara HUT Metro TV yang kesembilan, di Pantai Festival, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">Teluk Jakarta adalah sebuah teluk di perairan laut Jawa yang terletak di sebelah utara provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Di teluk ini, bermuara 13 sungai yang membelah kota Jakarta.</p>
<p style="text-align: left;">Teluk Jakarta yang luasnya sekitar 514 km2 ini merupakan wilayah perairan dangkal dengan kedalaman rata-rata mencapai 15 meter. Kepulauan Seribu yang terdiri atas 108 pulau adalah gugusan kepulauan yang berada di Teluk Jakarta.</p>
<p style="text-align: left;">http://id.wikipedia.org/</p>
</blockquote>
<p>Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-9, Metro TV mengajak masyarakat untuk mengingat kembali akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama yang berhubungan dengan ekosistem laut. Dengan mengangkat tema <strong>Bersama Selamatkan Teluk Jakarta</strong>, beragam kegiatan dilakukan diantaranya:</p>
<ul>
<li>Pembersihan dan penanaman terumbu karang di teluk jakarta.</li>
<li>Peremajaan terumbu karang di Kepulauan Seribu.</li>
</ul>
<p>Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan di sekitar teluk jakarta ini mengganggu keberlangsungan ekosistem di bawahnya. Membuang sampah yang sulit terurai ke laut sangat mengancam biota laut yang hidup di dalamnya. Kami menuju ke Pulau Panggang, yang merupakan pulau yang terpadat penduduknya di Kepulauan Seribu. Tak heran di dasar lautnya kami menemukan banyak sampah rumah tangga, terutama kemasan plastik dan kaleng yang sangat sulit terurai secara alami.</p>
<p>Kamipun menyelam dan menyusuri dasar laut untuk mengambil sampah tersebut. Selain menemukan sampah, beberapa penyelam menemukan benda-benda unik dan antik yang diduga telah berumur ratusan tahun peninggalan Belanda. Sebuah pengalaman yang menarik, karena selain menambah &#8220;jam selam&#8221; kami juga turut membantu pelestarian terumbu karang dengan membersihkan sampah yang ada di dasar laut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/bstj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jember Fashion Carnaval</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/jemberfc/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/jemberfc/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 16:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoworks]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[
Menakjubkan bagaimana peranan media bisa membuat suatu hal menjadi terkenal. Jember Fashion Carnanal ini salah satunya. Semenjak saya melihatnya di acara Kick Andy yang ditayangkan &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-259" title="JFC" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG_97601.JPG" alt="JFC" width="800" height="452" /></p>
<p>Menakjubkan bagaimana peranan media bisa membuat suatu hal menjadi terkenal. Jember Fashion Carnanal ini salah satunya. Semenjak saya melihatnya di acara Kick Andy yang ditayangkan di <a href="http://www.metrotvnews.com" target="_blank">Metro TV</a>, berita tentang keberadaan Jember Fashion Carnaval ini seolah tak ada habisnya. Di berbagai acara kerap kali dibahas, tentunya dari sisi kreativitas dan keunikannya.</p>
<p>Di acara Selamatkan Teluk Jakarta yang diadakan di Ancol beberapa waktu yang lalu, mereka pun dihadirkan untuk menyemarakkan acara ini. Respon dari pengunjung dan peserta pun begitu positif. Sebagian besar dari mereka mendekat dan langsung foto bersama menggunakan kamera ponsel dan kamera digital. Beberapa pengunjung bahkan menggoda dan mengajak berkenalan.</p>
<p>Bagi saya, yang unik dari mereka adalah, dibalik kemegahan dan warna-warni yang saya liat sebelumnya di televisi, pada kenyataannya bahan-bahan yang mereka gunakan sangatlah sederhana, dan sebagian besar adalah benda-benda yang kita jumpai sehari-hari. Styrofoam, busa, dan botol plastik, merupakan sebagian dari bahan yang digunakan. Dengan kreatif, mereka berhasil mengolahnya menjadi sebuah karya yang patut  diacungi jempol.</p>
<p>Maju terus kreativitas bangsa Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/jemberfc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I&#8217;m a Certified Diver</title>
		<link>http://www.rizkyardianto.com/diving/</link>
		<comments>http://www.rizkyardianto.com/diving/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 11:05:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rzrd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adrenaline]]></category>
		<category><![CDATA[[r:zrd]]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rizkyardianto.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[
Diving katanya salah satu olahraga penuh tantangan yang memacu adrenalin. Buat saya pribadi, adrenalin saya terpacu ketika berhadapan dengan hal yang baru. Pindah ke kantor &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-235" title="Diving" src="http://www.rizkyardianto.com/wp-content/uploads/2009/10/IMG_0801-1.JPG" alt="Diving" width="800" height="450" /></p>
<p>Diving katanya salah satu olahraga penuh tantangan yang memacu adrenalin. Buat saya pribadi, adrenalin saya terpacu ketika berhadapan dengan hal yang baru. Pindah ke kantor baru, pertama kali nyoba bungy jumping, pertama kali belajar nyetir mobil atau pertama kali ke luar negeri. Ga salah juga memang kalo diving dibilang sebagai salah satu olahraga yang menantang. Kita masuk ke sebuah dunia yang sama sekali baru, merasakan melayang di bawah air dan bertemu dengan flora dan fauna yang mungkin sebelumnya hanya kita lihat di media.</p>
<p>Sudah sejak dulu saya ingin mengetahui rasanya menyelam. Tahun lalu, ketika saya dan beberapa teman berkunjung ke Bali, saya sempatkan untuk mencoba discovery diving di tanjung benoa. Pada waktu itu, saya belum menikmati asyiknya menyelam, karena kami hanya di tarik oleh instruktur, disuruh memegang karang dan memberi makan roti pada ikan-ikan di karang tersebut. Tidak puas hanya dengan hal ini, tahun ini saya berkesempatan untuk belajar diving langsung dengan instruktur yang memang berpengalaman. Beberapa sesi di kelas dan kolam semakin membuat saya lebih mengenal aktivitas ini. Dari mulai pengenalan perlengkapan, flora dan fauna di bawah laut, prosedur keselamatan dan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam air diperkenalkan. Setelah sesi kolam di senayan, saya semakin tak sabar untuk merasakan penyelaman di bawah laut.</p>
<p>Akhirnya tibalah pada ujian open water diver di pulau sepa, kepulauan seribu, selama 2 hari. Disana saya merasakan langsung sensasi menyelam yang sangat menarik, melihat anemon, clown fish, lion fish, serta flora dan fauna lainnya yang sebelumnya hanya saya lihat di majalah atau film dokumenter.</p>
<p>Welcome to the Ocean.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rizkyardianto.com/diving/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
