© 2010 Rizky Ardianto Rotan

#012 | Tak Ada Akar, Rotan Pun Jadi

Kota medan memang menjanjikan wisata kuliner yang unik dan tak dijumpai di daerah lain. Di bulan Ramadhan ini khususnya, sebut saja Bubur Pedas dan Pakkat atau Rotan Muda, menjadi makanan yang diburu oleh pecinta wisata kuliner. Keduanya merupakan makanan khas yang hanya muncul di saat Ramadhan.

Penampakan mentah dari pakkat seperti batang tebu atau bambu biasa, setelah dibakar beberapa menit di atas arang batok kelapa, kulitnya dapat dikupas dan meninggalkan dagingnya yang berwarna putih, seperti ketela, hanya lebih ramping. Wanginya seperti jagung rebus, dan rasanya seperti jagung muda dengan sedikit rasa pahit. Biasanya disajikan dengan bumbu serundeng yang gurih, sehingga menyamarkan rasa pahit apabila dimakan langsung tanpa tambahan bumbu.

Pakkat ini dijual per batang, dengan panjang sekitar 30-40 cm dengan harga 2.000 rupiah, atau 5.000 rupiah untuk 3 batang. Paling nikmat dihidangkan saat masih hangat, dengan taburan bumbu serundeng yang dijual terpisah, dengan harga 3.000 per bungkus. Kabarnya pakkat ini dapat menambah nafsu makan bagi yang menyantapnya.

Tergoda dengan keunikannya, mampir saja ke sekitar jalan Letda Sujono, setiap hari selama bulan Ramadhan, mulai pukul 3 sore.

Untuk bubur pedas sendiri, saya berkesempatan mencobanya di Ramadhan Fair 2010 di sekitar Masjid Raya, rasanya unik karena tidak sesuai dengan namanya, ga ada pedas-pedasnya sama sekali. Warnanya agak kekuningan dengan taburan urap, yang juga rasanya tidak pedas. Mungkin pedas dalam bahasa Medan punya arti tertentu? Harganya sendiri cukup terjangkau, 1 porsi bubur pedas dapat diperoleh dengan 12.000 rupiah. Jika tertarik untuk mencobanya, bisa didapatkan di Ramadhan Fair di sekitar Masjid Raya beserta beragam hidangan khas Ramadhan lainnya dari Medan.

3 Responses to “#012 | Tak Ada Akar, Rotan Pun Jadi”

  1. Chippo says:

    cepet juga aploadnyayahh :) brarti aku yang lamban :p….. kehabisan mulu neh

  2. rzrd says:

    hehe, lagi iseng aja kemaren..

  3. rumingkang says:

    Sepertinya perlu kesana lagi untuk mencoba yang dadakan, hehehe

Leave a Reply