Penjual obat seperti ini selalu saya anggap sebagai The Best Marketing in the World, mengapa? Karena dia memperlihatkan produk yang dia jual, memaparkan fakta-fakta produknya, tidak memaksa saya untuk membeli produknya, dan selalu bersemangat walaupun tidak banyak yang memperhatikan yang sedang dibicarakan. Coba bandingkan dengan telemarketing asuransi yang walaupun mereka bersemangat tapi menurut saya mengganggu dan memaksa untuk membeli produk atau jasanya.
Ada beberapa hal yang tidak saya sukai dari telemarketing, diantaranya:
- Selamat, anda adalah nasabah terpilih untuk menggunakan produk kami. Oh yeah, right! Nasabah yang terpilih karena saya mempunyai kartu kredit atau dia benar mengetahui profil saya dan mengetahui bahwa saya sedang membutuhkan produk yang dia tawarkan? Rasanya opsi pertama yang benar, dan saya yakin puluhan orang-orang di belakang marketer tersebut juga mengatakan hal yang sama kepada calon nasabahnya.
- Anda hanya perlu menyisihkan puluhan ribu rupiah per hari untuk mendapatkan fasilitas terbaik kami, saya yakin tidak akan mengganggu penegluaran anda. Bagi saya bukan tentang nominal yang mengganggu, melainkan karena marketer tersebut menggunakan kata-kata yang membuat biaya yang harus dikeluarkan seolah-olah sangat ringan bagi setiap orang.
- Anda tidak perlu meluangkan waktu untuk medical check-up, cukup menjawab 3 pertanyaan, dan fasilitas ini akan langsung melindungi anda. Dengan pertanyaan yang sangat umum, kemungkinan besar setiap orang yang dia telepon akan menjawab dengan Ya, sehingga, telemarketer tersebut tinggal melanjutkan dengan Baik, boleh saya bantu untuk mengaktifkan asuransi ini sekarang? Wah kenapa harus saat itu juga? saya kan perlu menganalisa dulu apakah produk tersebut benar-benar sesuai dengan yang sedang saya butuhkan agar tidak beririsan manfaatnya dengan produk yang sudah saya miliki sebelumnya.
- Setiap saya menolak karena saya bilang sudah punya produk serupa, telemarketer tersebut seperti tertawa mengejek dan mengatakan Produk kami bisa double claim, sehingga anda tidak perlu khawatir. Benarkah semudah itu menghadapi asuransi? Karena setahu saya ada banyak pasal yang mengatur tentang klaim yang bisa saja terlewat jika saya tidak tahu dan lupa menanyakan kepada telemarketer tersebut.
- Khusus untuk telemarketing yang mengaku dari perusahaan travel dan mengabarkan kalau saya mendapatkan voucher wisata atau hotel, kenapa tiba-tiba di belakang ada biaya keanggotaan? kalau memang mau ngasih gratis, kirimkan saja lewat pos, tidak perlu harus janji untuk datang ke kantor dan menyiapkan kartu kredit. Belakangan setelah saya coba mencari kasus serupa di internet, ternyata mengindikasikan penipuan.
Harap berhati-hati dan mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum menerima tawaran dari telemarketing, saya biasa bilang kalau memang nanti memerlukan produknya, akan datang sendiri ke provider asuransi dan memilih yang sesuai dengan kebutuhan. Tak perlu merasa jahat saat menolak tawaran karena memang itu pekerjaan dia dan biaya yang harus dibayar adalah uang diri sendiri.
Be Wise with Your Money.
satu lagi… orang-orang ini sadar ga ya jual beli data nasabah adalah suatu kejahatan, tidak beretika, dan tidak bermoral. kalo ada akun twitternya sini saya DEMO DIA!!! :p
Haha,like this post!
Bosen dah tiap hari ada aja yg telp k hp g nawarin ini itu padahal qta gak perlu & udah nolak dr cara halus sampe akhirnya jd kasar.
Bukan masalah duit yg bakal dikeluarin,tp maksanya itu lowh. Udah ditolak,masih tanya : masalahnya di mana bu? preminya kemahalan? ada yg lebih ekonomis lagi,hanya dengan blablabla.. *huft
Sama yg dapet voucher ato paket wisata,pernah tuh g tolak baek2 karena disuruh bayar. Eh telponnya langsung dimatiin *damn! Harusnya kan g yg matiin telp dia.
yoa, udah kaya minum obat aja, sehari bisa 3 kali ada yeng nelpon :)
*bisa jadi gara-gara nomer kita dijual sama marketing kartu kredit sih