© 2010 rzrd dvb

Televisi Digital

Indonesia kini telah memasuki era baru dalam dunia pertelevisian, dengan mengikuti perkembangan teknologi siaran televisi digital. Sejak bulan Maret 2009, dilakukan uji coba teknologi siaran televisi digital yang dimulai dari Jakarta, dengan mengadaptasi standar dari Eropa, Digital Video Broadcasting – Terrestrial atau yang lebih umum dikenal sebagai DVB-T. Teknologi ini menjanjikan efisiensi spektrum frekuensi yang digunakan oleh stasiun televisi. Sebuah kanal selebar 8 MHz yang biasanya digunakan oleh satu stasiun televisi, kini bisa memancarkan hingga 7 tayangan sekaligus. Selain itu, kualitas gambarnya pun lebih baik dari siaran analog, tidak ada lagi semut-semut menghiasi televisi kita. Format gambar yang saat ini umumnya mempunyai perbandingan 4:3 dapat disiarkan dengan format 16:9 seperti LCD TV yang kini sudah banyak beredar di pasaran. Setelah Jakarta, Bandung menjadi kota kedua pelaksanaan uji coba siaran televisi digital. Sejak akhir Januari 2010, masyarakat bandung sudah dapat menikmati siaran ini.

Untuk dapat menerima siaran televisi digital, dibutuhkan penerima (receiver) yang mendukung format digital. Saat ini sudah mulai diproduksi televisi yang dapat langsung menerima siaran digital. Namun bagi yang masih menggunakan televisi analog, masih tetap dapat menikmatinya dengan menambahkan set-top-box yang dihubungkan dengan televisi. Selain itu, untuk pengguna komputer juga tersedia USB dongle yang mampu menangkap siaran digital. Ditargetkan, Indonesia telah menyiarkan televisi digital secara menyeluruh di tahun 2017.

Untuk daerah Jakarta dan sekitarnya, ada 2 pihak yang mulai uji coba siaran digital. Yaitu Konsorsium Televisi Digital Indonesia (KTDI) dan Konsorsium Telkom – TVRI (KTT). KTDI menayangkan SCTV, ANTV, Trans 7, Trans TV, TV One dan Metro TV di kanal 46 (674 MHz) sedangkan KTT menayangkan TVRI Nasional, TVRI Regional, RCTI, TPI/Global TV, TVE dan Telkomvision/Ten Sport di kanal 44 (658 MHz). Bandung dan sekitarnya dapat menikmati TVRI Nasional, TVRI Regional/TVE, SCTV, RCTI, Indosiar, Trans TV, dan Metro TV di kanal 35 (586 MHz).

Selain kualitas gambar dan suara yang lebih baik, beragam aplikasi juga bisa diimplementasikan, seperti EPG atau Electronic Program Guide yang dapat menyimpan jadwal acara, namun sayangnya di Indonesia belum diaplikasikan. Beberapa set-top-box yang kini beredar di pasaran bahkan sudah bisa langsung merekam siaran televisi ke dalam hard disk atau USB. Perangkat yang terhubung langsung ke komputer seperti DVB-T USB stick bahkan dapat terintegrasi dengan Windows Media Center dari Windows 7. Integrasi ini memungkinkan kita untuk merekam acara televisi secara terjadwal, sehingga kita tak akan lagi tertinggal acara televisi favorit karena kesibukan.

Informasi lain yang berkaitan dengan televisi digital di Indonesia, dapat dilihat dari situs resminya di http://www.indonesiadigital.tv/

3 Responses to “Televisi Digital”

  1. coqi says:

    sayang nya sejak 18 feb 2010 KTDI tidak menyiarkan siaran jadi kami yg sdh sangat terhibur dengan siarannya biarpun 6 siarran ( ch 46) sementara ini kembali menikmati siaran + semut

  2. rzrd says:

    Iya nih, saya udah ninggalin pesen di wall-nya transtv, metrotv, sampe nge-tweet ke pak tifatul. beritanya juga simpang-siur, ada yang bilang pemancarnya kena petir, ada yang bilang lisensi untuk uji cobanya udah selesei. padahal baru menikmati siaran digital karena bisa ngerekam siaran yang ga sempet diliat di jam kerja :)

  3. rzrd says:

    Beberapa hari ini terakhir ini TVRI + MNC sudah siaran lagi gan, lumayan ada TVRI Nasional, TVRI Jakarta, RCTI, Global TV & TPI.

Leave a Reply